MLM, Dapatkah Diandalkan sebagai Bisnis Jangka Panjang?

Artikel ini dibuat tahun 2015 dan dimuat di blog saya sebelumnya, asepsopyan.com. Dipasang kembali di sini sebagai pengingat.

Para Pemasar Terkaya di Indonesia Tahun 2003 Berasal dari MLM

Pada tahun 2003, majalah Warta Bisnis edisi 1-15 Oktober memuat daftar 100 pemasar terkaya di Indonesia. Peringkat 1-7 dihuni para distributor MLM. Peringkat 8 dari asuransi. Selebihnya mayoritas dari MLM, dan ada sebagian kecil dari bisnis properti.

Anda bisa menemukan informasi ini di internet dengan kata kunci “Pemasar terkaya di Indonesia”. Anda juga bisa menemukan infonya langsung di beberapa situs yang memuat ulang daftar tersebut: http://ire-onez.tripod.com/Pemasar.htm, di http://ainunmahya.blogspot.com/2011/03/10-pemasar-terkaya.html, di http://www.oocities.org/success_tianshi/100_Pemasar.html.

Sepuluh besar saya cantumkan di sini:

  1. Louis Tendean (MLM Tianshi), penghasilan di atas 5 miliar setahun
  2. Hartono (MLM Tianshi), penghasilan 3 – 5 miliar setahun
  3. Susanto (MLM Tianshi), penghasilan 3 – 5 miliar setahun
  4. Rudy M Noor (MLM Tianshi), penghasilan 3 – 5 miliar setahun
  5. Trisulo (MLM Tianshi), penghasilan 3 – 5 miliar setahun
  6. Alex IW (MLM CNI), penghasilan 3 – 5 miliar setahun
  7. Robert Angkasa (MLM Amway), penghasilan 3 – 5 miliar setahun
  8. Liem Lie Sia (Asuransi Prudential), penghasilan 3 – 5 miliar setahun
  9. Frans Budiarjo (MLM Amway), penghasilan 1,5 – 2,5 miliar setahun
  10. Chris Matindas (MLM Amway), penghasilan 1,5 – 2,5 miliar setahun

Dari fakta ini, tampak bahwa bisnis MLM itu sangatlah luar biasa. Dalam waktu relatif singkat (1-3 tahun) dan dengan modal yang terbilang kecil, banyak distributor telah meraih penghasilan ratusan juta per bulan. Inilah salah satu daya tarik MLM, bahkan daya tarik yang utama. Jika seorang distributor sudah berhasil membentuk jaringan yang kuat, selanjutnya dia tinggal ongkang-ongkang kaki (mungkin hanya butuh sedikit receh untuk tutup poin dalam bentuk belanja pribadi) dan uang ratusan juta hingga miliaran rupiah mengalir sendiri ke rekening.

Tapi sesuai dengan judul di atas, saya ingin tahu apakah MLM dapat diandalkan sebagai bisnis jangka panjang. Penghasilan besar oke, tapi apakah penghasilan besar itu akan terus mengalir dalam jangka panjang?

Bagaimana Kabar Para Pemasar Terkaya Itu Sekarang?

Untuk mengetahui hal itu, saya mencoba menelusuri perkembangan para pemasar terkaya dalam daftar di atas selepas tahun 2003 hingga sekarang tahun 2015. Poin-poin yang menjadi pertanyaan saya:

  1. Apakah para pemasar terkaya itu sekarang masih di bisnis MLM?
  2. Apakah masih di perusahaan yang sama?
  3. Berapakah penghasilan mereka saat ini? Apakah meningkat, tetap, atau turun?
  4. Apakah penghasilan mereka kini diperoleh secara pasif?

Sebenarnya saya berharap menemukan kembali daftar serupa pada tahun-tahun berikutnya, baik yang dibuat oleh majalah Warta Bisnis ataupun majalah lainnya. Saya mengetikkan kata kunci semacam “para pemasar terkaya indonesia tahun 2015”, “distributor MLM terkaya di Indonesia tahun 2015”, tapi Google selalu menunjuk ke daftar tahun 2003. Entah kenapa belum ada pembaruan data. Jika betul penghasilan dari bisnis MLM itu exponential growth (naik berlipat-lipat tiap tahun), tak terbayangkan berapa penghasilan mereka saat ini.

Jadi, saya ketik saja nama-nama di atas di mesin pencari. Dan ini yang saya peroleh:

  1. Louis Tendean. Sepertinya masih di Tianshi, fotonya ada dipajang di inovasibisnis.com (2013). Tapi berapa penghasilannya saat ini tidak dipublikasikan.
  2. Hartono. Dikabarkan hengkang dari Tianshi dan mendirikan MLM lain. Infonya di sini: https://bravo9682.wordpress.com/2008/05/24/top-leader-tianshi-yang-hengkang/
  3. Susanto. Pernah keluar dari Tianshi tapi balik lagi (info tahun 2008 di https://bravo9682.wordpress.com/2008/05/24/top-leader-tianshi-yang-hengkang/). Info terbaru tidak diperoleh.
  4. Rudy M Noor. Sepertinya masih di Tianshi, tapi berapa penghasilannya tidak diketahui. Namanya muncul di web inovasibisnis.com.
  5. Trisulo. Keluar dari Tianshi pada 15 Oktober 2011, pindah ke Furchange tapi tidak lama, lalu pindah ke Talk Fusion, dan pada tahun 2013 pindah ke Jeunesse Global. Konon penghasilannya di Jeunesse sudah mencapai 3M per bulan, hanya dalam 2 tahun. Patut ditunggu berapa penghasilannya 5-10 tahun kemudian. Ada beberapa blog yang merujuk atau memuat nama Trisulo, antara lain https://bisnistrisulo.wordpress.com/http://trisulo.blog.com/?p=52, dan http://infojeunesseglobal.blogspot.com/2013/06/profil-sukses-trisulo.html. Bicara terus-terang, blognya tidak meyakinkan karena pakai yang gratisan dan informasinya tidak diperbarui lagi.
  6. Alex IW. Sepertinya masih di CNI, tapi tidak didapatkan info berapa penghasilannya saat ini.
  7. Robert Angkasa. Tidak diketahui kabar terbarunya apakah masih di MLM atau tidak, setidaknya melalui penelusuran di internet.
  8. Liem Lie Sia. Di antara 10 nama teratas, hanya Liem Lie Sia yang saya ketahui dengan persis kabar beritanya. Keluar dari perusahaan asuransi Prudential dengan meninggalkan penghasilan hampir 400 juta sebulan, tahun 2004 Liem Lie Sia pindah ke Allianz dan sampai sekarang (2015) masih di Allianz. Penghasilannya saat ini mencapai 15 miliar setahun atau setara 1,25 miliar sebulan (bisa dilihat di sini: http://myallisya.com/2015/04/16/daftar-agen-asuransi-allianz-terkaya-tahun-2015/). Asuransi bukan MLM, tapi sistem kompensasinya sama-sama memakai skema pemasaran berjenjang. Tentang perbedaan bisnis MLM dan asuransi, saya pernah menulis di sini: Antara Bisnis MLM dan Asuransi.
  9. Frans Budiarjo. Tidak diketahui kabar terbarunya, setidaknya dari penelusuran di internet.
  10. Chris Matindas. Tidak diketahui kabar terbarunya, setidaknya dari penelurusan di internet.

Jadi, apakah MLM bisa diandalkan sebagai bisnis jangka panjang?

Syarat dan Ketentuan Berlaku

Secara teori, MLM dapat diandalkan sebagai bisnis yang menghasilkan passive income dalam jangka panjang, dengan syarat dan ketentuan:

  1. Perusahaan masih berdiri dan terus berinovasi.
  2. Jaringan distributor masih solid hingga ke level paling bawah dan semuanya tetap berproduksi (merekrut member dan menjual produk).

Tapi:

  • Jika perusahaan sudah bubar, tentu bubar jugalah passive incomenya.
  • Jika perusahaan masih berdiri tapi tidak lagi berinovasi, maka habislah oleh para kompetitor yang terus bermunculan dengan tawaran-tawaran lebih menarik.
  • Jika jaringan distributor tidak solid dan banyak yang keluar (berhenti atau pindah ke MLM lain), maka habislah passive incomenya. Jika banyak yang keluar, maka sebanyak itu pula member yang harus menggantikan. Ini akan menjadi usaha tanpa henti, jadi kapan passive incomenya?
  • Jika jaringan distributor masih ada tapi sebagian besar sudah malas berproduksi, berhenti pulalah passive incomenya.

Apakah ada perusahaan maupun leader MLM yang memenuhi dua syarat dan ketentuan di atas? Waktu sekitar 2 dekade sejak tahun 90-an hingga sekarang cukup membuktikan bahwa dua syarat itu sangatlah berat.

Saya percaya, dengan kerja keras dan ketekunan, bisnis MLM bisa mendatangkan penghasilan besar dalam waktu singkat, tapi saya ragu untuk jangka panjang.

Sejak saya kuliah di Ciputat tahun 2000, saya pernah menitip nama di beberapa MLM. Ada beberapa MLM yang berkembang di kampus saya antara tahun 2000-2005. Antara lain CNI, Tianshi, UFO, Ahad Net, V-Net, dan Amway. Di antara para perekrut dan crossline saya waktu itu, tak satu pun yang hingga saat ini hidup dari bisnis MLM. Belakangan saya pun berkenalan dengan K-Link, HPA, Melia, Melilea, VSI, HWI, Oriflame, Herbalife, Tupperware, Talk Fusion, Abe Network, Moment, Jeunesse, dan beberapa lagi, termasuk yang berjenis money game seperti Speedline, Boss Venture, MMM, dan D4F. Hingga sekarang, saya belum pernah bertemu kenalan saya yang sukses di MLM dan kesuksesannya bertahan lama.

Tiga perusahaan MLM yang leadernya menempati 10 besar di atas, yaitu Tianshi, CNI, dan Amway, ketiganya masih ada sampai sekarang. Tapi sepertinya susunan top leader dan distributornya sudah berbeda jauh dengan 12 tahun lalu.

Rapuhnya Sistem Bisnis MLM

Bicara penghasilan pasif dalam jangka panjang atau sering dikatakan cukup ongkang-ongkang kaki uang mengalir sendiri ke rekening, sepertinya itu hal yang nyaris mustahil karena sistem bisnis MLM bertopang pada dasar yang rapuh. Apakah dasar yang rapuh itu?

Secara garis besar, sistem bisnis MLM ada dua macam, yaitu sistem matahari dan sistem binari. Para sistem matahari (jumlah downline langsung tidak dibatasi), penghasilan yang diperoleh para leader top ditopang dari penjualan ribuan membernya yang mayoritas merupakan member level bawah.

Para member level bawah ini penghasilannya masih sedikit sehingga belum bisa mengandalkan MLM sebagai sumber penghasilan utama. Mereka ini sangat mudah berguguran. Kebanyakan mereka tidak bertahan lama di MLM.

Jika dasarnya rapuh, bagaimana cara leader level menengah dan leader level puncak mempertahankan penghasilannya? Tidak lain, para leader ini harus mencari member pengganti dengan jumlah yang sama dan menghasilkan penjualan yang setara. Jika jaringan mereka sudah punya 10 ribu member, lalu separuhnya keluar, maka butuh pengganti sejumlah yang sama dan belanjanya pun sama supaya penghasilannya tidak turun. Bayangkan jika jaringannya sudah mencapai jutaan orang, dan sebagian besar member level bawah keluar, berapa orang yang harus mereka rekrut supaya penghasilan tidak berkurang? Itu baru bicara mempertahankan penghasilan. Bagaimana jika mereka ingin meningkatkan penghasilan? Tentu harus lebih keras lagi upaya yang dilakukan.

Lalu kapan penghasilan pasif yang didambakan itu datang?

Pada MLM dengan sistem binari (dua kaki), situasinya lebih rentan lagi. Sistem binari tidak mensyaratkan penjualan produk, jadi penghasilan para leader top dihasilkan dari aktivitas perekrutan yang dilakukan para membernya, di mana perekrutan ini seringkali disertai penjualan produk. Pada saat yang sama, aktivitas perekrutan (plus penjualan produk) ini harus diiringi perpasangan supaya bonusnya keluar. Semakin ke bawah, syarat perpasangan akan semakin berat karena melibatkan jumlah member yang semakin banyak. Jika satu kaki timpang, perpasangan dengan bonus yang besar tidak akan terjadi selama-lamanya. MLM dengan sistem binari biasanya mudah berkembang pesat, tapi juga sangat mudah rontok. Dan jika satu kaki besar rontok (misalnya karena berhenti atau pindah ke MLM lain), maka berakhirlah semuanya. Sang leader harus mulai lagi dari awal, atau pindah ke MLM baru.

Lalu kapan penghasilan pasif yang didambakan itu datang?

Produk Dijual Dengan Skema Konvensional

Selain soal sistemnya yang rapuh karena penghasilan leader bersandar para ribuan member yang penghasilannya belum seberapa, ada satu masalah lagi dari segi harga produk, khususnya untuk MLM yang jaringan membernya tidak berkembang lagi.

Di sejumlah toko dan apotek di pasar BSD Serpong, saya mendapati beberapa produk MLM dijual dengan harga jauh di bawah harga resmi ke konsumen.

  • Kopi ginseng C* dijual dengan harga 60 ribu per pak isi 20 saset. Harga resmi 85 ribu.
  • Chlorophyll K* dijual dengan harga 90 ribuan per botol. Harga resmi 140 ribu.
  • Propolis M* dijual dengan harga 50 ribu per botol kecil. Harga resmi 110 ribu.
  • Shake H* dijual dengan harga 207 ribu per botol. Harga resmi 366 ribu.
  • Dan beberapa lagi.

Dan jika anda menelusuri harga barang-barang tersebut di toko online seperti Tokopedia, ternyata harganya lebih mencengangkan lagi.

Bagaimana perasaan saya jika saya adalah distributor produk MLM di atas? Apakah saya akan melaporkan kepada manajemen perusahaan supaya para penjual itu ditindak? Apakah saya punya keyakinan bahwa manajemen perusahaan akan menertibkan hal itu?

Pertanyaannya, mengapa produk-produk tersebut dijual di bawah harga resmi? Beberapa kemungkinan:

  • Itu produk palsu.
  • Itu kerjaan para senior leader yang mendapatkan bonus produk, atau membeli sejumlah produk sebagai syarat tutup poin, dan tidak mampu mengonsumsi semuanya sehingga sisanya dijual murah.
  • Itu kerjaan para member bermodal besar yang membeli dalam jumlah banyak sehingga diskonnya besar (bisa sampai lebih dari 50%) plus bonus. Mereka tidak bermaksud menjalankan bisnisnya, tapi sekadar menjualnya kembali secara konvensional yang penting ada untung.

Dengan produk yang pada akhirnya banyak dijual dengan skema konvensional, bagaimana mungkin saya mempertaruhkan masa depan saya di situ?

Ringkasan dan Penutup

Sebagai ringkasan dari artikel ini:

  1. Bisnis MLM dapat digunakan untuk mendapatkan kekayaan yang besar dalam waktu singkat (1-2 tahun). Ini belum merupakan penghasilan pasif karena butuh usaha luar biasa sangat keras untuk mencapainya.
  2. Untuk jangka panjang, MLM tidak dapat diandalkan sebagai bisnis jangka panjang karena bertopang pada dasar atau fondasi bisnis yang rapuh.
  3. Fondasi bisnis MLM adalah ribuan member yang penghasilannya masih kecil dari bisnis ini. Mereka sangat mudah berguguran.
  4. Untuk bisa bertahan lama di MLM, dibutuhkan usaha yang terus-menerus untuk membangun jaringan baru menggantikan jaringan lama yang rontok. Jadi kapan penghasilan pasifnya?

Di dunia MLM sering ada ungkapan: “MLM X akan booming tahun ini, ambil posisi segera mumpung baru berkembang”. Lalu tahun depan bagaimana? Sepuluh tahun kemudian bagaimana?

Jika sesuatu ada masanya booming, berarti ada masanya surut. Oleh karena itu, jika anda berniat menjalankan bisnis MLM dengan sungguh-sungguh, niatkanlah untuk jangka pendek, mungkin 1 atau 2 tahun saja. Setelah kekayaan besar anda peroleh, segera alihkan ke aset-aset yang memiliki nilai stabil-menaik seperti emas dan properti.

Lalu jika panggilan jiwa anda memang ada di bisnis jaringan, setelah musim berakhir, carilah MLM baru yang mulai booming lagi. Begitulah seterusnya. Tidak perlu fanatik dengan satu merek MLM. Itu lebih realistis dan lebih menenangkan bagi pikiran. []

Update:

  • Liem Lie Sia saat ini (2022) masih di Allianz dengan penghasilan sekitar 2 miliar per bulan. Bisa dilihat di SINI.
Posted in Bisnis | Tagged , , , , , , , , , , , | Leave a comment

HP Impian untuk Content Creator

Sejak Januari 2021 saya memakai HP merek Xiaomi Redmi Note 9 Pro. Sudah satu tahun lebih. Saya cukup puas dengan HP ini. Tapi ke depan, saya ingin peningkatan.

Selain untuk berkomunikasi, dokumentasi, mencari informasi, hiburan, belanja, dan lain sebagainya, saya menggunakan HP untuk membuat video di youtube dan mengeditnya pun pakai aplikasi di HP.

Jadi, saya membutuhkan HP dengan spesifikasi sebagai berikut:

  • Kamera yang bagus. Kamera HP yang saya pakai sekarang cukup bagus, tapi kurang cerah untuk di dalam ruangan.
  • Performa yang kuat. Mengedit video terutama saat renderingnya itu butuh energi yang besar. Juga saat mengunggah video ke youtube. Jadi, HP-nya harus pakai prosesor yang cepat.
  • Ruang penyimpanan yang besar. HP yang sekarang 128 GB rasanya masih kurang. Setidaknya 256 GB ditambah slot memori eksternal.
  • Slot memori eksternal. Selain untuk menyimpan data, slot memori eksternal juga berguna untuk memindahkan data ke atau dari perangkat lain. Memang bisa pakai kabel data, tapi kalau ada tambahan satu cara lagi tentunya lebih baik.
  • Jack audio 3,5mm. Ini fitur wajib untuk HP yang biasa dipakai membuat video sekaligus sambil bicara.
  • Speaker stereo dan dobel. Terkadang saat mengedit posisi speaker tertutup tangan, jadi kalau suaranya keluar dari dua arah akan lebih nyaman.

HP apakah yang memenuhi semua spesifikasi di atas?

Ya, saya telah menemukannya, yaitu Samsung A52s 5G. HP ini rilis di Indonesia bulan September 2021. Banyak peninjau menyebutnya sebagai HP midrange terbaik tahun 2021, antara lain Gadgetin dan Jagat Review.

Samsung A52s 5G menggunakan prosesor Snapdragon 778G (6 nm), tentunya lebih kencang daripada SD 720G (8 nm) yang ada di Redmi Note 9 Pro. RAM-nya 8 GB dengan penyimpanan internal 256 GB. Ada slot memori eksternal hingga 1 TB, walaupun harus berbagi tempat dengan slot SIM kedua.

Kameranya beresolusi 64 MP di belakang dan 32 MP di depan, dilengkapi OIS (optical image stabilizer). OIS ini fitur yang biasanya hanya ada di kelas flagship. Banyak yang mengatakan kamera HP ini terbaik di kelasnya. Kamera depannya yang memiliki resolusi besar sangat menarik, karena saya juga sering menggunakan kamera depan untuk membuat video.

Keunggulan lain, HP ini sudah 5G sehingga tidak perlu ganti HP lagi saat nanti jaringan 5G sudah merata (Redmi Note 9 Pro masih 4G). Lalu layarnya amoled (Redmi Note 9 Pro masih IPS). Dan yang luar biasa, Samsung A52s memiliki IP rating 67 yang membuatnya bisa tahan di dalam air selama setengah jam. Saya pernah dua kali harus ganti HP gara-gara terjatuh ke air panci dan satu lagi ke air laut. Mudah-mudahan masalah serupa tak terjadi lagi dengan Samsung A52s.

Dan yang juga cukup penting, layar HP ini berukuran 6,5 inci, sedikit lebih kecil daripada Redmi Note 9 Pro yang 6,67 inci. Dengan ini semoga jadi terasa lebih nyaman di saku. Lalu selain jack audio 3,5mm, HP ini juga sudah dilengkapi dengan NFC (near field communication) yang berguna antara lain untuk isi uang elektronik. Dua fitur terakhir ini sudah ada di Redmi Note 9 Pro.

Harga HP Samsung A52s awalnya 6,4 jutaan, tapi sekarang sudah turun ke 5,6 jutaan di marketplace.

Spesifikasi lengkap dari HP ini bisa dibaca di gsmarena.com.

Selain Samsung A52s, saya juga sempat mempertimbangkan beberapa HP lain yang setara, tapi selalu saja ada aspek yang tidak sesuai kebutuhan.

  • Poco X3 Pro. Harga 3 jutaan, Snapdragon 860, tapi belum 5G.
  • Poco X3 GT. Harga 4 jutaan, Dimensity 1100, tapi tidak ada slot memori eksternal dan jack audio.
  • Poco F3. Harga 5 jutaan, Snapdragon 870, tapi tidak ada slot memori eksternal dan jack audio.
  • Xiaomi Mi 10T Pro. Harga 5 jutaan, Snapdragon 865, tapi tidak ada slot memori eksternal dan jack audio.
  • Xiaomi 11T Pro. Harga 6 jutaan, Snapdragon 888, tapi tidak ada slot memori eksternal dan jack audio.
  • Realme GT Master Edition. Harga 5 jutaan, Snapdragon 778G, tapi tidak ada slot memori eksternal.
  • Realme GT Neo. Harga 5 jutaan, Dimensity 1200, tapi tidak ada slot memori eksternal.
  • Realme GT Neo 2. Harga 6 jutaan, Snapdragon 870, tapi tidak ada slot memori eksternal dan jack audio.

Jadi, Samsung A52s memang paling lengkap spesifikasinya, merata di semua sisi. Memang bukan yang tercepat, tapi paling cocok untuk content creator yang mengandalkan HP sebagai peralatan utamanya.

Semoga rezekinya segera ada. Amin. []

Bagi anda yang tertarik juga dengan HP Samsung A52s 5G, saya pilihkan pelapak yang bagus di Tokopedia. Toko resmi (centang ungu), harganya termurah, serta sudah banyak yang beli. Klik di SINI.

Posted in Gadget | Tagged , , , , , , , , | Leave a comment

Menimbang Novel Ayat-ayat Cinta Karya Habiburrahman El-Shirazi

ayat-ayatcintaw300h455

Ayat-ayat Cinta, novel karya Habiburrahman El-Shirazi, tampaknya telah menduduki tempat tersendiri di kalangan penghayat sastra Islami. Ada daya gugah yang amat kuat pada novel ini. Siapapun yang membacanya pasti menginginkan agar orang lain, teman atau kerabatnya, ikut membacanya pula, dan ikut merasakan perubahan seperti dialami pembaca pertama. Jadilah novel ini virus yang menular: dipinjamkan sana-sini atau dihadiahkan kepada orang-orang tercinta.

Bagi saya sendiri, novel ini sangat menghanyutkan. Pikiran saya seolah hilang saat membaca novel, dan baru pulang setelah usai. Begitu masuk ke arusnya, saya kesulitan untuk menepi dan lebih memilih membiarkan diri terseret arus hingga ke muara. Untungnya, arus yang menghanyutkan ini sangat menyenangkan.

Sebelumnya, arus yang serupa, dengan kadar yang berbeda, pernah saya rasakan saat membaca novel Magdalena (Al-Manfaluthi), Gadis Garut (S. Abdullah Ahmad Assegaf), Gadis Jakarta (Najib Kailani), dan Tenggelamnya Kapal van der Wijck (Hamka). Tiga nama pertama adalah pengarang berkebangsaan Arab-Mesir. Hamka dikenal sebagai ulama sekaligus pengarang yang banyak dipengaruhi karya sastra Arab.

Melihat gaya novelnya, besar kemungkinan Habiburrahman juga banyak mengapresiasi karya sastra Arab. Apalagi ia pernah belajar di al-Azhar Mesir. Pengaruh itu tampak pada karakteristik Ayat-ayat Cinta, antara lain realis, alur yang mengalir, cinta yang idealistik (dan karenanya sangat romantis), dan nuansa religius (Islami) yang kental.

Tetapi ciri-ciri demikian tampaknya hanya berlaku untuk novel-novel yang tradisional, karena novel-novel Arab dari generasi yang lebih modern tidak seperti itu. Novel-novel Najib Mahfudz (Lorong MidaqPengemis) atau Nawal al-Saadawi (Perempuan di Titik NolMemoar Seorang Dokter Perempuan) menurut saya tidak menghanyutkan. Meski sama-sama realis, novel-novel belakangan ini terasa lebih berat dan sulit dibaca. Karya Mahfudz dan Nawal kental dengan nuansa sosial-politik. Dan kisah cintanya (kalaupun ada) sangat tidak romantis.

***

Kekuatan novel Ayat-ayat Cinta terletak pada keberhasilannya meramu unsur-unsur novel sehingga menjadi utuh dan koheren. Tema pokoknya jelas dengan subtema-subtema yang mengarah kepada fokus, penyusunan alurnya padu, penggambaran latarnya cermat, dan pengembangan karakternya kuat sehingga masing-masing saling mendukung dan terasa wajar berada di tempatnya.

Penyajian bahasanya pun hidup dan mengalir. Sebagai novel realis, logika yang dipakai cukup setia pada kenyataan. Kita jadi lancar membacanya karena hampir tidak ada bagian-bagian yang mengganjal logika pikiran kita. Pesan-pesan yang disampaikannya pun kita terima tanpa merasa digurui, renyah seperti snack dan lembut seperti es krim.

Saya terkagum-kagum oleh pandangan dan tingkah laku Fahri, tokoh utama novel, dan begitu ingin menirunya. Jika sebelum membaca saya agak mencemooh label “Novel Pembangun Jiwa” yang diterakan di sampul, setelah membacanya mau tak mau saya harus mengiyakan bahwa memang begitulah efek yang mungkin diperoleh pembaca.

Meskipun novel ini sarat dengan pesan, bahkan disertai dalil-dalil dari Alquran dan Hadis, pesan-pesan itu sama sekali tidak mengganggu kenikmatan membaca cerita. Arus yang kita arungi ini memang sangat deras, tetapi tak ada batu-batu yang akan membuat kepala atau tubuh kita benyok-memar. Batu-batu itu banyak sebetulnya, tetapi semuanya telah larut dalam air, menjadi arus yang deras mengalir. Inilah menurut saya novel berkategori Islami yang berhasil menyampaikan dakwah tanpa terjebak pada slogan dan khotbah.

Satu lagi, dibandingkan dengan novel-novel Islami lainnya yang lebih banyak ditujukan untuk segmen remaja, Ayat-ayat Cinta cocok untuk kalangan yang lebih luas, yang lebih dewasa.

***

Novel Ayat-ayat Cinta indah, memikat, dan laris, tetapi saya belum mendapati ada kritik ditujukan untuknya, terutama yang ditulis oleh ahli-ahli sastra ternama. Yang ada baru komentar beberapa kalimat. Bisa jadi mereka belum membaca. Atau secara tekstual, novel ini mungkin belum memenuhi kapasitas untuk dikritik.

Ada tiga faktor yang mendukung dugaan ini.

Pertama, karakter tokoh utama, Fahri, terlalu diidealisasikan secara berlebihan. Ia begitu suci tanpa cacat, seperti malaikat. Jika itu dimaksudkan sebagai teladan, saya tidak yakin ada manusia zaman sekarang yang mampu menirunya. Dalam beberapa hal, kesucian Fahri itu terasa naif, bahkan kejam. Misalnya saat Maria sakit dan pingsan, Fahri tetap bersikukuh tidak mau menyentuhnya, padahal itulah satu-satunya cara agar Maria bisa siuman. Saya ragu apakah keteguhan Fahri yang dilandasi syariat itu patut mendapat pujian.

Kesucian Fahri ini juga tergambar dari keluguannya dalam urusan cinta. Ia diceritakan tidak ngeh kalau ada beberapa perempuan yang jatuh hati padanya, padahal sinyal-sinyal ke arah itu cukup nyata. Ini aneh karena dalam kesehariannya Fahri adalah seorang yang piawai menyenangkan hati orang, artinya ia bisa mengetahui isi hatinya. Tetapi hati perempuan tidak.

Kedua, meski sudah cukup teliti, novel ini ternyata tidak luput dari penyakit yang umum menjangkiti novel realis: adanya peristiwa kebetulan atau adegan yang dipaksakan. Titik lemah novel ini, yang menurut saya agak dipaksakan, adalah pada adegan persidangan kasus zina yang dituduhkan kepada Fahri. Saksi kunci, yakni Maria, dibuat sakit teramat parah sehingga ia tidak bisa hadir di persidangan, kecuali setelah mendapat pertolongan amat dramatis (adegan pertolongan ini juga terkesan dipaksakan, sampai ada pernikahan segala) dari Fahri.

Ketiga, novel ini kuat dalam menggambarkan latar (setting), tetapi lemah dalam menampilkan latar belakang (background). Latar belakang di sini adalah kondisi sosial-politik-budaya Mesir waktu cerita terjadi. Pintu masuk ke sana sudah terbuka sebetulnya, yakni saat Fahri dijebloskan ke penjara. Sayang, ia hanya dituduh berzina, bukan dituduh teroris atau terlibat gerakan Ikhwanul Muslimin, misalnya.

Dengan melibatkan sang tokoh ke dalam konteks politik semacam itu, entah sebagai aktivis atau sekadar korban, novel ini akan lebih meraksasa, bahkan mungkin bisa menyamai novel Bumi Manusia karya Pramoedya. Kekurangan latar belakang ini menjadikan Ayat-ayat Cinta urung menjadi novel besar, dan tak lebih dari kisah cinta biasa.

***

Novel Ayat-ayat Cinta telah naik setingkat lebih tinggi dari umumnya novel-novel Islami di Indonesia. Novel ini pantas disejajarkan dengan novel-novel tradisional Arab, yang di Indonesia menampakkan pengaruhnya pada Hamka. Di samping berpotensi kuat menggugah dan mengubah pribadi pembacanya, novel ini kemungkinan bisa memengaruhi pula gaya penulisan pengarang-pengarang Islami lainnya. Meskipun demikian, dibandingkan dengan, misalnya, novel Tenggelamnya Kapal van der Wijck, karya Hamka itu menurut saya masih lebih kuat karena relatif terbebas dari kelemahan pertama dan ketiga.

Karena itu, saya jadi memaklumi apa yang menyebabkan novel ini belum bisa menggerakkan pena para ahli sastra, terutama kritikus elit, untuk menulis kritik, sebagaimana telah mereka lakukan pada novel Saman (Ayu Utami) dan Cala Ibi (Nukila Amal). Kritik sastra zaman sekarang menuntut novel dengan kualitas estetis yang berbeda. Yang aneh, eksperimental, itulah yang disenangi kritikus.

Novel realis, meskipun kualitasnya setara dengan Bumi Manusia, untuk saat ini akan susah merebut perhatian kecuali temanya baru dan menarik, seperti tema spiritualitas dan fisika pada novel Supernova (Dewi Lestari), atau, tentu saja, tema yang kontroversial. Sedangkan tema cinta seperti pada Ayat-ayat Cinta adalah tema yang biasa.

Jangankan Habiburrahman, yang novelnya Islami dan karena itu (kata orang) kualitas estetisnya kurang, pengarang yang novelnya banyak dan tebal-tebal pun, yakni Remy Sylado, termauk jarang mendapat kritik. Tetapi novelnya laris.

Jadi, kritikus bukan segalanya. Mereka mungkin bisa menilai karya anda, tetapi mereka tak bisa membuat karya anda menjadi laku dan digemari. Daripada pusing, ucapkan saja selamat tinggal pada kritikus. Atau: ucapkan selamat tinggal pada estetika. Buat apa novel estetis kalau tidak berguna apa-apa, malah menjauhkan kita dari Yang Maha Esa. [Asep Sopyan]

(Esai ini pernah dimuat di Republika, Ahad 4 September 2005)

Posted in Sastra | Tagged , , , , , | Leave a comment

Cerpen “Kota Surga” (Asso)

Gunung, Hill, Bromo, Alam, Lanskap, Puncak

Satu ketika sampailah pengembaraan suami-istri muda itu di gerbang sebuah kota. Keduanya terheran-heran melihat ribuan orang berjejer di kiri-kanan jalan, menatap mereka dengan mata penuh binar dan wajah penuh senyum.

“Selamat datang di Kota Surga, kota di mana yang ada hanya kedamaian.” Sambut seseorang dengan ramah. “Anda berdua adalah tamu ke-2123 dan 2124 di kota ini. Kedatangan anda sudah ditunggu oleh walikota. Mari ikut kami ke balai kota. Upacara penyambutan akan segera dimulai.”

Dua pengembara itu semakin terheran.

“Kami selalu menghormati dan memperlakukan siapa pun yang datang ke kota ini sebagai tamu agung. Mohon anda berdua tidak menolak undangan kami.”

Dua pengembara itu tak bisa menolak. Diikutinya langkah orang itu ke balaikota. Orang-orang mengiringi mereka dari belakang.

Sepanjang perjalanan, suami istri itu memperhatikan sekelilingnya dengan takjub.

“Kakak, lihat pohon-pohon di taman itu. Semuanya berbuah. Semuanya rendah. Tinggal petik saja. Tak perlu memanjat.”

“Kota ini benar-benar surga. Lihat sungai di kiri kanan jalan. Airnya bening sampai ke dasar. Aku jadi ingin meneguknya. Rasanya pasti segar. Seperti anggur.”

“Di sini angin pun selalu semilir, menyejukkan hati dan pikiran. Bahagia sekali rasanya kalau bisa tinggal di kota ini.”

“Huss, kita ini pengembara. Masih banyak persoalan-persoalan di dunia persilatan yang memerlukan penanganan kita.”

Walikota menyambut mereka dengan hangat. Masih dengan perasaan bingung suami istri itu berdiri di tengah aula, diapit oleh walikota dan beberapa pejabat. Warga kota memenuhi tribun aula.

“Selamat datang kepada tamu ke-2123 dan 2124 di Kota Surga, kota di mana yang ada hanya kedamaian.” Terdengar suara MC. “Hidup kedamaian! Sesaat lagi akan dilangsungkan upacara penyematan topi perdamaian oleh walikota.”

“Semua orang di sini memakai topi. Aneh sekali topinya, tapi indah.”

“Dan kita akan dihadiahi topi itu oleh walikota. Kurasa topi merupakan ciri khas kota ini. Pulang dari sini aku akan membawa banyak buat oleh-oleh.”

Orang-orang bertepuk tangan meriah begitu topi perdamaian resmi disematkan.

“Selamat. Kalian berdua telah resmi menjadi warga Kota Surga, kota di mana yang ada hanya kedamaian. Mudah-mudahan kalian betah menjadi warga kota ini, selamanya.”

Suami istri itu heran dengan ucapan walikota. Sejenak mereka merasa ada yang tak beres. Mereka ingin bertanya, hendak protes. Tapi gemuruh para hadirin menenggelamkan keinginan itu. Malah sesaat kemudian mereka jadi lupa bahwa mereka ingin bertanya. Tiba-tiba saja mereka merasa bahwa mereka adalah warga Kota Surga. Karena itu mereka pun ikut bergembira.

Suami istri itu dihadiahi sebuah rumah mungil nan cantik agak di pinggir kota. Halamannya luas, penuh bunga-bunga. Di sekeliling rumah itu mengalir sungai kecil. Airnya bening, menampakkan dasarnya yang berkilau kerikil dan ikan-ikan yang menari-nari dengan lincah. Rasanya memang anggur, menurut sang suami yang menginginkan air sungai itu berasa anggur. Madu, kata sang istri yang menginginkan rasa madu. Atau jus durian, atau air kelapa muda, tergantung siapa menginginkan apa. Di pinggir sungai berjejer pohon buah-buahan. Semuanya rendah, selalu berbuah, harum dan ranum, dan selalu siap untuk dipetik.

“Kakak, aku bahagia sekali bisa tinggal di kota ini,” kata sang istri pada suatu malam, saat keduanya sedang bersantai di bangku kecil di halaman rumah, menghadap ke sungai. “Kota ini sangat cocok untuk pasangan muda seperti kita. Di sini angin selalu semilir. Tiap malam bulan selalu purnama, bintang-bintang bersinar gemerlap, dan langit tampak sangat dekat. Apakah ini benar-benar surga?”

“Tentu saja, istriku. Bukankah di sini segala keinginan kita selalu terpenuhi? Kita tinggal bilang, bahkan cukup dengan niat saja apa yang kita inginkan langsung hadir di depan mata. Bulan itu misalnya. Jika kau menginginkan bulan itu ada dua atau tiga, atau seribu, tentu ia akan berjumlah sebagaimana kau inginkan.”

“Benarkah? Kalau bisa demikian tentu malam ini akan sangat indah. Bulan, aku ingin kau berubah menjadi tiga.”

Dan bulan itu benar-benar menjadi tiga.

Hubungan dengan warga kota yang lain pun berlangsung akrab. Semua saling kenal. Satu sama lain saling mengunjungi. Di kota dimana yang ada hanya kedamaian itu orang tidak kenal permusuhan dan kesakitan, tidak ada iri hati dan kebencian. Bahkan kebosanan pun tak ada. Semuanya kebahagiaan. Hanya kebahagiaan.

Pusat kota menjadi tempat di mana semua warga bisa berkumpul dan bergembira. Di situ tersedia bermacam hiburan tak terbatas sejumlah imajinasi orang-orang yang ada di dalamnya.

Tetapi ada satu hal yang kadang-kadang membuat suami-istri itu heran.

“Kenapa kita selalu memakai topi?”

“Entahlah. Orang-orang pun semua memakai topi.”

“Kalau begitu besok aku akan menanyakan kepada walikota.”

Tetapi besoknya mereka lupa apa yang direncanakan tadi malam. Bahkan mereka lupa bahwa tadi malam mereka punya rencana. Oleh karena itu, ketika suatu malam rencana itu datang, suami bergegas mendatangi walikota untuk segera menanyakan.

Walikota menerima tamunya dengan ramah, meskipun ia sempat terheran-heran karena dibangunkan ketika tidur.

“Saya ingin tahu, kenapa kami selalu memakai topi?”

Tetapi walikota tidak tahu jawabannya. Ia hanya mengatakan bahwa topi itu adalah ciri khas kota surga.

Suami pulang dengan rasa puas yang dipaksakan. Besok-besoknya keheranan akan topi itu selalu menghantui. Tetapi selalu jika keheranan itu muncul, timbul rasa pening dan berat pada kepala mereka, membuat mereka lebih memilih tidur kembali. Ketika terbangun, apa yang tadi malam ingin mereka ketahui terlupakan sama sekali. Apa yang membuat mereka lupa, mereka tidak tahu. Dan mereka tidak tahu kalau mereka lupa.

Tapi pada suatu malam, keheranan yang tak tertanyakan itu menjadi pertanyaan yang terucapkan, menjadi keinginan.

“Kakak, tiba-tiba aku ingin tahu bagaimana rasanya jika topi ini dilepas.”

Rasa pening, seperti biasa jika kesadaran itu muncul, mulai memberati kepala mereka.

Istri memegangi ujung topi bagian atas, mengangkatnya perlahan-lahan. Tiba-tiba ia menjerit keras. Tubuhnya terbanting ke lantai. Ia meronta-ronta sambil memegangi kepalanya. Tangannya masih berusaha melepaskan topi.

“Kakak!”

“Adik!”

Istri terbanting sekali lagi. Suami hendak menolong, tapi tiba-tiba ia pun terhuyung dan memegangi kepalanya. Kepalanya sakit sekali. Topi itu tidak mau lepas. Kalaupun mau, kepala yang ditutupinya serasa ikut tanggal. Akhirnya mereka menghentikan usaha untuk mencabut topi dari kepala. Mereka pun tertidur, dan ketika terjaga, apa yang terjadi tadi malam, lupa semuanya.

Beberapa malam berikutnya, karena keinginan untuk membuka topi itu selalu muncul, suami istri memutuskan untuk membukanya dengan resiko apapun. Keduanya duduk bersila, menghimpun tenaga dalam dan menyalurkannya ke kepala. Perlahan-lahan kesadaran pun menyeruak, mendesak ke permukaan. Namun rasa sakit itu semakin hebat. Kepala mereka semakin keras diremas-remas. Darah bergolak, mengguncang tubuh dengan dahsyat.

“Kakak, aku tak kuat lagi!”

“Tahanlah, adik. Kita pasti bisa membuka topi ini.”

Mereka mengerahkan seluruh tenaga dalam. Tangan dicengkramkan ke ujung topi. Semakin keras usaha mereka, rasa sakit yang dirasakan semakin memuncak.

Tiba-tiba serangkum angin menderu entah dari mana. Dan suami istri itu merasakan tenaga mereka bertambah beberapa lipat.

Perlahan-lahan rasa sakit itu berkurang, dan akhirnya hilang sama sekali.

Tiba-tiba suami istri itu menjadi sangat marah.

“Kita tertipu! Surga ini palsu. Kedamaian ini palsu. Semua penduduknya palsu. Mereka mengubur kesadaran kita. Aku akan hancurkan kota ini!”

Namun kota itu ternyata raib. Rumah mereka lenyap. Taman itu pun hilang. Dan keduanya terdampar di tengah sebuah padang.

Suami istri itu bangun dan terheran-heran dengan keadaan sekelilingnya.

“Semua ini seperti mimpi. Begitu indah dan menyenangkan.”

“Tapi akhirnya sangat menyakitkan.”

“Aneh. Berapa lama kita di kota itu.”

“Entah. Kalau ini mimpi paling cuma semalam. Eh, sebentar! Kakak, lihat, kau memegang topi aneh sekali.”

“Kamu juga!”

“Aku masih tak mengerti apa yang baru saja kita alami. Kita harus bertanya pada seseorang.”

“Mana ada orang di sini? Padang sepi. Cuaca kelam. Dan di langit bintang hanya temaram.”

Akhirnya suami istri itu berjalan ke arah sembarangan.

“Kita pengembara, bukan? Jadi tak penting mana awal mana tujuan. Yang penting adalah berjalan, berjalan, dan berjalan.”

“Bukan. Kita adalah pasangan muda yang tengah berbulan madu. Jadi ayo kita pulang, bangun rumah, dan bikin anak.”

“Anak…. Adik, coba ingat-ingat berapa lama kita di Kota Surga. Rasanya kita berada di sana sejak awal dunia sampai waktu yang tak pernah berakhir. Tapi kenapa kita belum juga punya anak?”

“Iya, kenapa ya? Tapi kulihat semua penduduk Kota Surga tak ada yang punya anak.”

Setelah beberapa lama mereka melihat beberapa orang di kejauhan, berjalan mendekat ke arah mereka.

“Kalian di sini rupanya,” kata salah seorang dari mereka. “Kami mencari-cari, jauh juga kalian terlempar.”

“Hey, bukankah kalian ini Pendekar Angin dan Awan, sepasang pendekar belia yang pernah menggetarkan tokoh-tokoh golongan hitam?”

Suami istri itu terkejut. Lebih terkejut lagi ketika orang-orang di depannya itu memperkenalkan diri. Semuanya tokoh-tokoh sakti yang, menurut guru mereka, sudah lama tak muncul di rimba persilatan.

“Kami juga seperti kalian, pernah menjadi penghuni Kota Surga. Memang indah kota itu. Sayang, orang-orang berilmu tak mudah ditipu. Ilmu membuka kesadaran kita, dengan cara yang kadang tak kita sadari, betapa semunya kebahagiaan yang ditawarkan Kota Surga itu.”

“Betul. Ilmu atau tenaga batin yang kita miliki menyadarkan kita dengan cara menumbuhkan perasaan heran. Perasaan ini coba ditekan oleh kekuatan yang berada di dalam topi perdamaian itu. Akibatnya kita merasakan sakit yang luar biasa. Aku sendiri lama kemudian baru mengerti. Tampaknya di kota itu sama sekali tak ada kesakitan dan penderitaan, tak ada kemarahan. Ketika kalian merasakan kesakitan, sebetulnya kalian tidak berada sepenuhnya di dalam kota. Tapi kalian pun belum sepenuhnya keluar. Kemarahanlah yang akhirnya melempar kalian keluar dari kota itu.”

“Kakak, aku tahu kenapa orang-orang di Kota Surga tak ada yang punya anak,” kata istri. Lalu ia melanjutkan. “Karena melahirkan anak itu sakit.”

Semuanya tertawa.

“Di sana tak ada yang mati. Karena mati itu sakit. Juga tak ada yang tua.”

“O ya, sewaktu hendak keluar dari sana, kami merasakan ada serangkum energi yang membantu kami. Kaliankah itu?”

“Ya. Dari sini kami merasakan ada segelombang tenaga yang mendesak hendak keluar. Lalu kami perkuat tenaga itu.”

“Dulu aku sendiri dibantu kawan-kawan keluar dari Kota Surga.” Kata salah seorang. “Karena kami sudah tua, tak pantas lagi mengotori dunia persilatan, kami memutuskan untuk tinggal di sini.”

“Ya, siapa tahu ada pendekar yang tersesat ke Kota Surga dan hendak keluar. Tapi kalian yang masih muda-muda jangan ikut kami. Urusan dunia persilatan masih bertumpuk, permusuhan masih berkecamuk, kejahatan masih merajalela. Semuanya memerlukan tenaga-tenaga segar seperti kalian.”

“Ah, anda yang tua-tua ini memberati kami dengan beban yang sangat berat. Mungkin sebaiknya kita tidak memiliki ilmu apa-apa, sehingga begitu masuk ke Kota Surga, kita akan bahagia terus di kota itu. Abadi, selamanya.”

“Atau mungkin sebaiknya semua orang kita giring saja ke Kota Surga. Biar segala urusan dunia ini berakhir dengan bahagia.”

Ciputat, Mei 2003

Posted in Cerpen | Tagged , , | Leave a comment

Cerpen “Dilarang Menyanyi di Kamar Mandi” (Seno Gumira Ajidarma)

dilarangmenyanyi

“Sabar Pak, sebentar lagi,” kata hansip.

”Waktunya selalu tepat pak, tak pernah meleset,” sambung warga yang lain.

Pak RT manggut-manggut dengan bijak. Ia melihat arloji.

”Masih satu menit lagi,” ujarnya.

Satu menit segera lewat. Terdengar derit pintu kamar mandi. Serentak orang-orang yang mengiringi Pak RT mengarahkan telinganya ke lobang angin, seperti mengarahkan antena parabola ke Amerika seraya mengacungkan telunjuk di depan mulut.

”Ssssstttt!”

Pak RT melihat wajah-wajah yang bergairah, bagaikan siap dan tak sabar lagi mengikuti permainan yang seolah-olah paling mengasyikkan di dunia.

Lantas segalanya jadi begitu hening. Bunyi pintu yang ditutup terdengar jelas. Begitu pula bunyi resluiting itu, bunyi gesekan kain-kain busana itu, dendang-dendang kecil itu, yang jelas suara wanita. Lantas byar-byur-byar-byur. Wanita itu rupa-rupanya mandi dengan dahsyat sekali. Bunyi gayung menghajar bak mandi terdengar mantab dan penuh semangat. Namun yang dinanti-nantikan Pak RT bukan itu. Bukan pula bunyi gesekan sabun ke tubuh yang basah, yang sangat terbuka untuk ditafsirkan sebebas-bebasnya.

Yang ditunggu Pak RT adalah suara wanita itu. Dan memang dendang kecil itu segera menjadi nyanyian yang mungkin tidak terlalu merdu tapi ternyata merangsang khayalan menggairahkan. Suara wanita itu serak-serak basah, entah apa pula yang dibayangkan orang-orang di balik tembok dengan suara yang serak-serak basah itu. Wajah mereka seperti orang lupa dengan keadaan sekelilingnya. Agaknya nyanyian wanita itu telah menciptakan sebuah dunia di kepala mereka dan mereka sungguh-sungguh senang berada disana.

Hanya hansip yang masih sadar.

”Benar kan Pak?”

Pak RT tertegun. Suara wanita itu sangat merangsang dan menimbulkan daya khayal yang meyakinkan seperti kenyataan.

Pak RT memejamkan mata. Memang segera tergambar suatu keadaan yang mendebarkan. Bunyi air mengguyur badan jelas hanya mengarah tubuh yang telanjang. Bunyi sabun menggosok kulit boleh ditafsirkan untuk suatu bentuk tubuh yang sempurna. Dan akhirnya ya suara serak-serak basah itu, segera saja membayangkan suatu bentuk bibir, suatu gerakan mulut, leher yang jenjang, dan tenggorokan yang panjang—astaga, pikir Pak RT, alangkah sensualnya, alangkah erotisnya, alangkah sexy!

Ketika Pak RT membuka mata, keningnya sudah berkeringat. Dengan terkejut dilihatnya warga masyarakat yang tenggelam dalam ekstase itu mengalami orgasme.

”Aaaaaaahhhhh!”

Dalam perjalanan pulang, hansip memberondongnya dengan pertanyaan.

”Betul kan pak, suaranya sexy sekali ?”

”Ya.”

’Betul kan Pak, suaranya menimbulkan imajinasi yang tidak-tidak?”

”Ya.”

”Betul kan Pak nyanyian di kamar mandi itu meresahkan masyarakat?”

”Boleh jadi.”

”Lho, ini sudah bukan boleh jadi lagi Pak, sudah terjadi! Apa kejadian kemarin belum cukup?”

***

Kemarin sore, ibu-ibu warga sepanjang gang itu memang memenuhi rumahnya. Mereka mengadu kepada Pak RT, bahwa semenjak terdengar Nyanyian dari kamar mandi rumah Ibu Saleha pada jam-jam tertentu, kebahagiaan rumah tangga warga sepanjang gang itu terganggu.

”Kok Bisa?” Pak RT bertanya.

”Aduh, Pak RT belum dengar sendiri sih! Suaranya sexy sekali!”

”Saya bilang Sexy sekali, bukan hanya sexy. Kalau mendengar suaranya, orang langsung membayangkan adegan-adegan erotis Pak!”

”Sampai begitu?”

”Ya, sampai begitu! Bapak kan tahu sendiri, suaranya yang serak-serak basah itu disebabkan karena apa!”

”Karena apa? Saya tidak tahu.”

”Karena sering dipakai dong!”

”Dipakai makan maksudnya?”

”Pak RT ini bagaimana sih? Makanya jangan terlalu sibuk mengurusi kampung. Sesekali nonton BF kek, untuk selingan supaya tahu dunia luar.”

”Saya, Ketua RT, harus nonton BF, apa hubungannya?”

”Supaya Pak RT tahu, kenapa suara yang serak-serak basah itu sangat berbahaya untuk stabilitas sepanjang gang ini. Apa Pak RT tidak tahu apa yang dimaksud dengan adegan-adegan erotis? Apa Pak RT tidak tahu dampaknya bagi kehidupan keluarga? Apa Pak RT selama ini buta kalau hampir semua suami di gang ini menjadi dingin di tempat tidur? Masak gara-gara nyanyian seorang wanita yang indekost di tempat ibu Saleha, kehidupan seksual warga masyarakat harus terganggu? Sampai kapan semua ini berlangsung? Kami ibu-ibu sepanjang gang ini sudah sepakat, dia harus diusir!”

”Lho, lho, lho, sabar dulu. Semuanya harus dibicarakan baik-baik. Dengan musyawarah, dengan mufakat, jangan main hakim sendiri. Dia kan tidak membuat kesalahan apa-apa? Dia hanya menyanyi di kamar mandi. Yang salah adalah imajinasi suami ibu-ibu sendiri, kenapa harus membayangkan adegan-adegan erotis? Banyak penyanyi jazz suaranya serak-serak basah, tidak menimbulkan masalah. Padahal lagu-lagunya tersebar ke seluruh dunia.”

”Ooo itu lain sekali pak. Mereka tidak menyanyikannya di kamar mandi dengan iringan bunyi jebar-jebur. Tidak ada bunyi resluiting, tidak ada bunyi sabun menggosok kulit, tidak ada bunyi karet celana dalam. Nyanyian di kamar mandi yang ini berbahaya, karena ada unsur telanjangnya Pak! Porno! Pokoknya kalau Pak RT tidak mengambil tindakan, kami sendiri yang akan beramai-ramai melabraknya!”

Pak RT yang diserang dari segala penjuru mulai kewalahan. Ia telah menjelaskan bahwa wanita itu hanya menyanyi di kamar mandi, dan itu tidak bisa disebut kesalahan, apalagi melanggar hukum. Namun ia tak bisa menghindari kenyataan bahwa ibu-ibu di sepanjang gang itu resah karena suami mereka menjadi dingin di tempat tidur. Ia tidak habis pikir, bagaimana suara yang serak-serak basah bisa membuat orang berkhayal begitu rupa, sehingga mempengaruhi kehidupan seksual sepasang suami istri. Apakah yang terjadi dengan kenyataan sehingga seseorang bisa bercinta dengan imajinasi? Yang juga membuatnya bingung, kenapa para suami ini bisa mempunyai imajinasi yang sama?

”Pasti ada yang salah dengan sistem imajinasi kita,” pikirnya.

Sekarang setelah mendengar sendiri suara yang serak-serak basah itu, Pak RT mesti mengakui suara itu memang bisa dianggap sexy dengan gambaran umum mengenai suara yang sexy. Meski begitu pak RT juga tahu bahwa seseorang tidak harus membayangkan pergumulan di ranjang mendengar nyanyian dari kamar mandi itu, walaupun ditambah dengan bunyi byar-byur-byar-byur, serta klst-klst-klst bunyi sabun menggosok kulit.

Karenanya, Pak RT berkeputusan tidak akan mengusir wanita itu, melainkan mengimbaunya agar jangan menyanyi di kamar mandi, demi kepentingan orang banyak.

Ditemani Ibu Saleha yang juga sudah tau duduk perkaranya, Pak RT menghadapi wanita itu. Seorang wanita muda yang tidak begitu cantik juga tidak tergolong jelek. Seorang wanita muda yang hidup dengan sangat teratur. Pergi kantor dan pulang ke rumah pada waktu yang tepat. Bangun tidur pada jam yang telah ditentukan. Makan dan membaca buku pada saat yang selalu sama. Begitu pula ketika ia harus mandi, sambil menyanyi dengan suara serak-serak basah.

”Jadi suara saya terdengar sepanjang gang di belakang rumah? ”

”Betul, Zus”

”Dan ibu-ibu meminta saya agar tidak menyanyi supaya suami mereka tidak berpikir yang bukan-bukan?”

”Ya, kira-kira begitu Zus.”

”Jadi selama ini ternyata para suami di sepanjang gang di belakang rumah membayangkan tubuh saya telanjang ketika mandi, dan membayangkan bagaimana seandainya saya bergumul dengan mereka di ranjang, begitu?”

Pak RT sudah begitu malu. Saling memandang dengan Ibu Saleha yang wajahnya pun sama-sama sudah merah padam. Wanita yang parasnya polos itu membasahi bibinya dengan lidah. Mulutnya yang lebar bagaikan mengandung tenaga yang begitu dahsyat untuk memamah apa saja di depannya.

Pak RT melirik wanita itu dan terkesiap melihat wajah itu tersenyum penuh rasa maklum. Ia tidak menunggu jawaban Pak RT.

”Baiklah Pak RT, saya usahakan untuk tidak menyanyi di kamar mandi,” ujarnya dengan suara yang serak-serak basah itu. ”Akan saya usahakan agar mulut saya tidak mengeluarkan suara sedikit pun, supaya para suami tidak membayangkan diri mereka bergumul dengan saya, sehingga mengganggu kehidupan seksual keluarga sepanjang gang ini.”

”Aduh, terimakasih banyak Zus. Harap maklum Zus, saya cuma tidak ingin masyarakat menjadi resah.”

Begitulah semenjak itu, tak terdengar lagi nyanyian bersuara serak-serak basah dari kamar mandi di ujung gang itu. Pak RT merasa lega. ”Semuanya akan berjalan lancar,” pikirnya. Kadang-kadang ia berpapasan dengan wanita yang penuh pengertian itu. Masih terbayang di benak Pak RT betapa lidah wanita itu bergerak-gerak membasahi bibirnya yang sungguh-sungguh merah.

***

Tapi Pak RT rupanya masih harus bekerja keras. Pada suatu sore hansip melapor.

”Kaum ibu sepanjang gang ternyata masih resah pak.”

”Ada apa lagi? Wanita itu sudah tidak menyanyi lagi kan?”

”Betul Pak, tapi menurut laporan ibu-ibu pada saya, setiap kali mendengar bunyi jebar-jebur dari kamar mandi itu, para suami membayangkan suaranya yang serak-serak basah. Dan karena membayangkan suaranya yang serak-serak basah yang sexy, lagi-lagi mereka membayangkan pergumulan di ranjang dengan wanita itu Pak. Akibatnya, kehidupan seksual warga kampung sepanjang gang ini masih belum harmonis. Para ibu mengeluh suami-suami mereka masih dingin ditempat tidur, pak!”

”Jangan-jangan khayalan para ibu tentang isi kepala suami mereka sendiri juga berlebihan! Kamu sendiri bagaimana? Apa kamu juga membayangkan yang tidak-tidak meski hanya mendengar jebar-jebur orang mandi saja?”

Hansip itu tersenyum malu.

”Saya belum kawin, pak.”

”Aku tahu, maksudku kamu membayangkan adegan-adegan erotis atau tidak kalu mendengar dia mandi?”

”Ehm! Ehm!”

”Apa itu Ehm-Ehm?”

”Iya, Pak.”

”Nah, begitu dong terus terang. Jadi ibu-ibu maunya apa?”

”Mereka ingin minta wanita itu diusir Pak.”

Terbayang di mata Pak RT wajah ibu-ibu sepanjang gang itu. Wajah wanita-wanita yang sepanjang hari memakai daster, sibuk bergunjing, dan selalu ada gulungan keriting rambut di kepalanya. Wanita-wanita yang selalu menggendong anak dan kalau teriak-teriak tidak kira-kira kerasnya, seperti di sawah saja. Wanita-wanita yang tidak tahu cara hidup selain mencuci baju dan berharap-harap suatu hari bisa membeli mebel yang besar-besar untuk ruang tamu mereka yang sempit.

”Tidak mungkin, wanita itu tidak bersalah. Bahkan melarangnya nyanyi saja sudah keterlaluan.”

”Tapi imajinasi porno itu tidak bisa dibendung Pak.”

“Bukan salah wanita itu dong! Salahnya sendiri kenapa mesti membayangkan yang tidak-tidak? Apa tidak ada pekerjaan lain?”

“Salah atau tidak, menurut ibu-ibu adalah wanita itu penyebabnya Pak. Ibu-ibu tidak mau tahu. Mereka menganggab bunyi jebar-jebur itu masih mengingatkan bahwa itu selalu diiringi nyanyian bersuara serak-serak basah yang sexy, sehingga para suami masih membayangkan suatu pergumulan di ranjang yang seru.”

Pak RT memijit-mijit keningnya.

”Terlalu,” batinnya, ”pikiran sendiri ke mana-mana, orang lain disalahkan.”

Pengalamannya yang panjang sebagai ketua RT membuatnya hafal, segala sesuatu bisa disebut kebenaran hanya jika dianut orang banyak. Sudah berapa maling digebuk sampai mati di kampung itu dan tak ada seorang pun yang dituntut ke pengadilan, karena dianggap memang sudah seharusnya.

”Begitulah Zus, ” Pak RT sudah berada di hadapan wanita itu lagi. ”Saya harap Zus berbesar hati menghadapi semua ini. Maklumlah orang kampung Zus, kalau sedang emosi semaunya sendiri. ”

Wanita itu lagi-lagi tersenyum penuh pengertian. Lagi-lagi ia menjilati bibirnya sendiri sebelum bicara.

“Sudahlah Pak, jangan dipikir, saya mau pindah ke kondominium saja, supaya tidak mengganggu orang lain.”

Maka hilanglah bunyi jebar-jebur pada jam yang sudah bisa dipastikan itu. Ibu-ibu yang sepanjang hari cuma mengenakan daster merasa puas, duri dalam daging telah pergi. Selama ini alangkah tersiksanya mereka, karena ulah suami mereka yang menjadi dingin di tempat tidur, gara-gara membayangkan adegan ranjang seru dengan wanita bersuara serak-serak basah itu.

***

Pada suatu sore, di sebuah teras, sepasang suami istri bercakap-cakap.

”Biasanya jam segini dia mandi,” kata suaminya.

”Sudah. Jangan diingat-ingat,” sahut istrinya cepat-cepat.

”Biasanya dia mandi dengan bunyi jebar-jebur dan menyanyi dengan suara serak-serak basah.”

”Sudahlah. Kok malah diingat-ingat sih?”

”Kalau dia menyanyi suaranya sexy sekali. Mulut wanita itu hebat sekali, bibirnya merah dan basah. Setiap kali mendengar bunyi sabun menggosok kulit aku tidak bisa tidak membayangkan tubuh yang begitu penuh dan berisi. Seandainya tubuh itu kupeluk dan kubanting ke tempat tidur. Seandainya ..”

Belum habis kalimat suami itu, ketika istrinya berteriak keras sekali, sehingga terdengar sepanjang gang.

”Tolongngngngng! Suami saya berkhayal lagi! Tolongngngngng!”

Ternyata teriakan itu bersambut. Dari setiap teras rumah, terdengar teriakan para ibu melolong-lolong.

”Tolongngngngng! Suami saya membayangkan adegan ranjang lagi dengan wanita itu! Tolongngngngng!”

Suasana jadi geger. Hansip berlari kian kemari menenangkan ibu-ibu. Rupa-rupanya tanpa suara nyanyian dan bunyi byar-byur-byar-byur orang mandi, para suami tetap bisa membayangkan adegan ranjang dengan wanita bersuara serak-serak basah yang sexy itu. Sehingga bisa dipastikan kebahagiaan rumah tangga warga sepanjang gang itu akan terganggu.

Pak RT pusing tujuh keliling. Bagaimana caranya menertibkan imajinasi? Tapi sebagai ketua RT yang berpengalaman, ia segera mengambil tindakan. Dalam rapat besar esok harinya ia memutuskan, agar di kampung itu didirikan fitness centre. Pak RT memutusakan bahwa di fitness centre itu akan diajarkan Senam Kebahagiaan Rumah Tangga yang wajib diikuti ibu-ibu, supaya bisa membahagiakan suaminya di tempat tidur. Pak RT juga sudah berpikir-pikir, pembukaan fitness center itu kelak, kalau bisa dihadiri Jane Fonda.

Kemudian, di sepanjang gang itu juga berlaku peraturan baru:

DILARANG MENYANYI DI KAMAR MANDI

 

Taman Manggu, 29 Desember 1990

*) “Dilarang Menyanyi di Kamar Mandi” (1991), harian Suara Pembaruan, 1991, sebagai Kamar Mandi. Dimuat kembali dalam Lembaran Mastera, sisipan HorisonDewan Sastera (Malaysia) dan Bahana (Brunei Darussalam) untuk Majelis Sastra Asia Tenggara, dokumentasi dari horison No. 2/Januari, 2000.

(Sumber: sukab.wp.com)

Posted in Karya Tokoh | Tagged , , , , | Leave a comment

Lagu “Manusia Pertama di Dunia” (Asso)

Manusia Pertama di Dunia adalah sebuah lagu tentang seorang yang tengah mencari belahan jiwanya. Kesepian yang dia alami membuatnya merasa seperti manusia pertama di dunia.

Lagu bisa diputar pada video di atas atau langsung di youtube Asso Channel.

Liriknya sebagai berikut:

MANUSIA PERTAMA DI DUNIA

Bagaimanakah harus kujaga diri
Agar tak mudah terserang sepi
Yang tak henti menguntit dan membayangi
Ke arah manapun aku pergi

Aku bagaikan manusia pertama
Yang dilahirkan ke dunia
Di mana dia belahan jiwa
Tempat berlabuh segala rasa

Setiap hari aku berjalan hingga ke ujung tepi
Gurun lembah gunung kuarungi
Tetapi bumi terlalu luas untuk dijelajahi
Kian letih hatiku mencari
Ho ho ho ho
Du du du du

Manakala ku tertidur dan bermimpi
Bayangan indah menari-nari
Namun ketika aku terjaga
Nuansa itu segera sirna

Tinggallah aku rebah terlentang di bawah langit lengang
Menanti tangan lembut memayang
Ho ho ho ho ho
Du du du du

Tuhan tolonglah hadirkan dirinya
Di hadapanku utuh dan nyata #

Lagu & vokal: Asso
Aransemen: Andri & Leo
Lokasi video: Tanah kosong di belakang ICE BSD


Lagu ini dan lagu-lagu lainnya dari Asso dapat didengarkan juga di saluran-saluran sbb:

Posted in Lagu | Tagged , , , | Leave a comment

Lagu Cinta Paling Gombal. Surat Cinta untuk Starla.

Ada banyak lagu cinta di dunia ini yang berisi pujian terhadap yang dicinta. Lagu seperti itu sudah biasa kalau pujiannya bersifat gombal dan lebay. Tapi kebanyakan lagu cinta gombal jatuh ke dalam klise karena memakai ungkapan yang sering dipakai orang sehingga jadi terasa biasa saja.

Di antara lagu cinta yang gombal, lebay, tapi ungkapannya terasa segar dan orisinal adalah Surat Cinta untuk Starla. Ditulis dan dinyanyikan oleh Virgoun pada tahun 2016. Lagu ini menjadi lagu tema dari film berjudul sama, yang rilis tahun 2017.

Pada bagian awal, gombalannya masih tergolong biasa. Tapi pada bagian chorus, ungkapan gombalnya mengejutkan saya. Terasa segar dan orisinal, dan bagus.

Telah habis sudah cinta ini
Tak lagi tersisa untuk dunia
Karena tlah kuhabiskan
Sisa cintaku hanya untukmu

Wow. Jadi cinta kepada si gadis adalah sesuatu di luar urusan duniawi, menurut si pembuat lagu. Sesuatu yang suci dan murni. Kesan platoniknya dapat banget.

Bagian lain dari lagu ini juga terasa romantis dan indah sekali.

Aku slalu bermimpi tentang
Indah hari tua bersamamu
Tetap cantik rambut panjangmu
Meskipun nanti tak hitam lagi

Dan yang tak kalah penting, irama lagunya enak didengar, cocok dengan suara Virgoun yang tipis tinggi.

Sayangnya, kesan cinta yang suci dan jauh dari urusan material duniawi itu tidak terejawantahkan di filmnya, yang sekadar menyajikan cinta anak muda pada umumnya.

Berikut lirik lengkapnya.

SURAT CINTA UNTUK STARLA
(Cipt. Virgoun)

Teruntuk kamu hidup dan matiku
Aku tak tahu lagi harus dengan kata apa aku menuliskannya
Atau dengan kalimat apa aku mengungkapkannya
Karna untuk keberkian kalinya
Kau buat aku kembali percaya akan kata cinta
Dan benar bahwa cinta masih berkuasa diatas segalanya
Ketika hati yang mudah rapuh ini
Diuji oleh duniawi diuji oleh materi
Untuk kesekian kali lagi lagi dan lagi

Kutuliskan kenangan tentang
Caraku menemukan dirimu
Tentang apa yang membuatku mudah
Berikan hatiku padamu

Takkan habis sejuta lagu
Untuk menceritakan cantikmu
Kan teramat panjang puisi
Tuk menyuratkan cinta ini

Telah habis sudah cinta ini
Tak lagi tersisa untuk dunia
Karena tlah kuhabiskan
Sisa cintaku hanya untukmu

Aku pernah berpikir tentang
Hidupku tanpa ada dirimu
Dapatkah lebih indah dari
Yang kujalani sampai kini

Aku slalu bermimpi tentang
Indah hari tua bersamamu
Tetap cantik rambut panjangmu
Meskipun nanti tak hitam lagi

Bila habis sudah waktu ini
Tak lagi berpijak pada dunia
Telah aku habiskan
Sisa hidupku hanya untukmu

Dan tlah habis sudah cinta ini
Tak lagi tersisa untuk dunia
Karena tlah kuhabiskan
Sisa cintaku hanya untukmu

Untukmu
Hidup dan matiku

Bila musim berganti
Sampai waktu terhenti
Walau dunia membenci
Ku kan tetap disini

Bila habis sudah waktu ini
Tak lagi berpijak pada dunia
Telah aku habiskan
Sisa hidupku hanya untukmu

 

Posted in Musik | Tagged , , , , , , | Leave a comment

Gus Dur: Islam Kaset dan Kebisingannya

Hasil gambar untuk gus dur islam kaset
SUARA bising yang keluar dari kaset biasanya dihubungkan dengan musik kaum remaja. Rock ataupun soul, iringan musiknya dianggap tidak bonafide kalau tidak ramai.
Kalaupun ada unsur keagamaan dalam kaset, biasanya justru dalam bentuk yang lembut. Sekian buah baladanya Trio Bimbo, atau lagu-lagu rohani dari kalangan gereja. Sudah tentu tidak ada yang mau membeli kalau ada kaset berisikan musik agama yang berdentang-dentang, dengan teriakan yang tidak mudah dimengerti apa maksudnya.
Tetapi ternyata ada “persembahan” berirama yang menampilkan suara lantang. Bukan musik keagamaan, tetapi justru bagian integral dari upacara keagamaan: berjenis-jenis seruan untuk beribadah, dilontarkan dari menara-menara masjid dan atap surau.
Apalagi malam hari, lepas tengah malam di saat orang sedang tidur lelap. Dari tarhim (anjuran bangun malam untuk menyongsong saat shalat subuh) hingga bacaan Qur’an dalam volume yang diatur setinggi mungkin. Barangkali saja agar lebih “terasa” akibatnya: kalau sudah tidak dapat terus tidur karena hiruk-pikuk itu, bukankah memang lebih baik bangun, mengambil air sembahyang dan langsung ke masjid?
Bacaan Al-Qur’an, tarhim, dan sederet pengumuman, muncul dari keinginan menginsafkan kaum Muslimin agar berperilaku keagamaan lebih baik. Bukankah shalat subuh adalah kewajiban? Bukankah kalau dibiarkan tidur orang lalu meninggalkan kewajiban? Bukankah meninggalkan kewajiban termasuk dosa? Bukankah membiarkan dosa berlangsung tanpa koreksi adalah dosa juga? Kalau memang suara lantang yang mengganggu tidur itu tidak dapat diterima sebagai seruan kebajikan (amar ma’ruf), bukankah minimal ia berfungsi mencegah kesalahan (nahi munkar)?
Sepintas lalu memang dapat diterima argumentasi skolastik seperti itu. Ia bertolak dari beberapa dasar yang sudah diterima sebagai kebenaran: kewajiban bersembahyang, kewajiban menegur kesalahan dan menyerukan kebaikan. Kalau ada yang berkeberatan, tentu orang itu tidak mengerti kebenaran agama.
Atau justru mungkin meragukan kebenaran Islam? Undang-undang negara tidak melarang. Perintah agama justru menjadi motifnya. Apa lagi yang harus dipersoalkan? Kebutuhan manusiawi bagaimanapun harus mengalah kepada kebenaran Ilahi. Padahal, mempersoalkan hal itu sebenarnya juga menyangkut masalah agama sendiri.
Mengapa diganggu?
Nabi Muhammad mengatakan, kewajiban (agama) terhapus dari tiga macam manusia: mereka yang gila (hingga sembuh), mereka yang mabuk (hingga sadar), dan mereka yang tidur (hingga bangun). Selama ia masih tidur, seseorang tidak terbebani kewajiban apa pun. Allah sendiri telah menyediakan “mekanisme” pengaturan bangun dan tidurnya manusia. dalam bentuk metabolisme badan kita sendiri.
Jadi tidak ada alasan untuk membangunkan orang yang sedang tidur agar bersembahyang – kecuali ada sebab yang sah menurut agama, dikenal dengan nama ‘illat. Ada kiai yang menotok pintu tiap kamar di pesantrennya untuk membangunkan para santri. ‘Illat-nya: menumbuhkan kebiasaan baik bangun pagi, selama mereka masih di bawah tanggung jawabnya. Istri membangunkan suaminya untuk hal yang sama, karena memang ada ‘illat: bukankah sang suami harus menjadi teladan anak-anak dan istrinya di lingkungan rumah tangganya sendiri?
Tetapi ‘illat tidak dapat dipukul rata. Harus ada penjagaan untuk mereka yang tidak terkena kewajiban: orang jompo yang memerlukan kepulasan tidur, jangan sampai tersentak. Wanita yang haid jelas tidak terkena wajib sembahyang. Tetapi mengapa mereka harus diganggu? Juga anak-anak yang belum akil baligh (atau tamyiz, sekitar umur tujuh delapan tahunan, menurut sebagian ahli fiqih mazhab Syafi’i).
Tidak bergunalah rasanya memperpanjang illustrasi seperti itu: akal sehat cukup sebagai landasan peninjauan kembali “kebijaksanaan” suara lantang di tengah malam — apalagi kalau didahului tarhim dan bacaan Al-Qur’an yang berkepanjangan. Apalagi, kalau teknologi seruan bersuara lantang di alam buta itu hanya menggunakan kaset! Sedang pengurus masjidnya sendiri tenteram tidur di rumah. []
(Tulisan ini pernah dimuat di TEMPO, 20 Februari 1982. Artikel diambil dari nu.or.id).
Posted in Agama, Tokoh | Tagged , , , , , , | Leave a comment

Menjadi Afiliator Niaga Hoster

Niaga Hoster adalah penyedia hosting web terpopuler di Indonesia. Saya menggunakan Niaga Hoster sejak tahun 2016 namun sempat terputus dan pernah mencoba beberapa merek hosting lain, namun akhirnya kembali ke Niaga Hoster pada tahun 2021.

Saat ini saya mengelola tiga domain (website, blog) dengan hosting Niaga Hoster, yaitu asuransibiru.com, gudangasuransi.id, dan asepsopyan.net. Meski blog-blog saya masih jauh dari sempurna, saya sangat puas dengan produk dan layanan Niaga Hoster.

Oleh karena itu dengan senang hati saya akan merekomendasikan Niaga Hoster untuk siapa pun yang membutuhkan layanan hosting dan domain. Dan kebetulan Niaga Hoster mempunyai program Afiliasi untuk para membernya, yang memberikan komisi hingga 70% bagi afiliator, tentu saya lebih senang lagi. Setiap orang yang merupakan member bisa menjadi afiliator tanpa harus daftar lagi.

Komisi dari program afiliasi hanya berlaku untuk member baru Niaga Hoster dan untuk pembelian pertama. Ya, yang namanya afiliator memang sifatnya memperkenalkan saja. Jadi, untuk member lama atau pembelian selanjutnya, afiliator tidak mendapat komisi lagi walaupun belinya melalui link yang diberikan.

Tapi jika anda ingin serius di bisnis web developer, anda bisa bergabung dalam program Niaga Hoster Partner, di mana anda dapat menjual produk-produk Niaga Hoster seperti hosting, domain, dan lainnya dan mendapatkan komisi setiap kali terjadi penjualan.

Sekilas tentang Niaga Hoster

  • Didirikan tahun 2013 di Yogyakarta
  • Dipercaya oleh lebih dari 500 ribu klien di seluruh Indonesia
  • Menjamin 99,99% uptime server
  • Dukungan CS 24 jam dan respon cepat
  • Menyediakan paket shared hosting, VPS hosting, cloud hosting, dan hosting yang dimodifikasi.
  • Menyediakan layanan transfer hosting, pembelian domain, dan jasa pembuatan web
  • Menyediakan poin untuk setiap transaksi, yang bisa digunakan sebagai diskon untuk pembelian berikutnya.
  • Membuka peluang bisnis kepada para member melalui program Niagahoster Partner dan program Afiliasi.
  • Menyediakan kursus secara gratis untuk para member
  • Menyediakan Niaga Hoster Forum untuk tanya jawab terkait pembuatan dan pengembangan website.
  • Menyediakan materi pembelajaran lengkap dalam bentuk ebook dan artikel di web Niaga Hoster.

Tautan Afiliasi dan Kode Kupon Niaga Hoster

Bagi anda yang tertarik untuk membuat website atau blog melalui Niaga Hoster, silakan memilih paket hosting yang diinginkan melalui tautan berikut.

Affiliate Banner Unlimited Hosting Indonesia

Dapatkan diskon tambahan 5% jika memanfaatkan kode kupon “NHASSO” saat mengeksekusi pembayaran anda.

Bagi anda yang membeli paket hosting Niaga Hoster melalui tautan afiliasi saya, saya menyediakan konsultasi gratis untuk bertanya-tanya perihal pembuatan website. Kontak saya ada di blog asuransibiru.com. Tentunya anda juga tetap dapat bertanya apa saja kepada CS Niaga Hoster melalui WA atau fitur chat di member area. [Asso]

Cloud Hosting Indonesia

Posted in Blog | Tagged , , , , , | Leave a comment

Pengalaman Menggunakan Hosting Web dari Niaga Hoster

Saya mulai menggunakan hosting Niaga Hoster pada tahun 2016. Tapi karena belum menguasai caranya dan merasa sulit mempelajarinya, hosting yang sudah dibeli tidak sampai mewujud jadi website. Lalu setelah habis masa pakainya, saya sempat mencoba beberapa hosting merek lain. Terakhir tahun 2020 ada yang sempat mewujud jadi website, tapi saya kurang puas dengan kecepatannya.

Jadi pada tahun 2021, saya mencoba lagi Niaga Hoster dan berhasil membuat website yang boleh dibilang lumayanlah. Alamatnya asuransibiru.com, web atau blog tempat saya jualan produk-produk asuransi dari Allianz. Sebelumnya, sejak tahun 2011 saya sudah memiliki blog myallisya.com sebagai lapak jualan asuransi, dengan hosting dari wordpress.com. Blog ini masih saya pertahankan dan tidak akan ditutup.

Masih di tahun 2021, dengan hosting dari Niaga Hoster, saya juga membuat blog lain untuk jualan asuransi dari berbagai perusahaan dengan nama gudangasuransi.id.

Lalu di awal tahun 2022, saya menambahkan satu blog lagi di hosting Niaga Hoster dengan alamat asepsopyan.net. Ini adalah blog pribadi untuk menggantikan blog asepsopyan.com yang memakai hosting wordpress.com sejak tahun 2008.

Jadi, saat ini saya mengelola tiga website atau blog dengan hosting Niaga Hoster, dan mempertahankan satu blog dengan hosting wordpress.com.

Alasan utama yang membuat saya beralih ke hosting mandiri (self-hosted), karena hosting mandiri semacam Niaga Hoster mampu mengelola banyak website dalam satu hosting, sedangkan hosting wordpress.com hanya bisa satu hosting untuk satu website.

Dari segi biaya, akan lebih murah pakai hosting mandiri dengan beberapa domain (blog) daripada pakai hosting wordpress dengan jumlah blog yang sama, kecuali paket wordpresnya yang gratisan.

Hosting Niaga Hoster yang saya pakai adalah WordPress Hosting, yaitu jenis shared hosting (di Niaga Hoster disebut “unlimited hosting”) yang dioptimalkan untuk wordpress. Saya mengambil paket Personal dengan harga 26.813 per bulan (harga masih sama dengan tahun lalu). Ini adalah harga diskon 75% untuk kontrak tiga tahun. Jadi total saya bayar 965.250, ditambah PPN 10%, dan gratis satu domain untuk satu tahun.

Ada kemungkinan setelah kontrak tiga tahun ini selesai, saya akan naikkan ke paket cloud hosting agar blog-blog saya bisa bergerak lebih cepat.

Sejauh ini saya puas dengan produk dan layanan dari Niaga Hoster, makanya sampai berlangganan untuk tiga domain. Mengenai produknya, masih banyak yang perlu saya pelajari agar blog-blog saya lebih optimal. Tapi kita bisa bertanya apa saja melalui fitur chat atau WA ke petugas Niaga Hoster, dan selama ini mereka cepat dalam menjawab pertanyaan (sekitar 10 menit sejak salam pertama).

Niaga Hoster juga menyediakan banyak sekali artikel dan ebook untuk kita belajar sendiri. Seringkali jika kita bertanya sesuatu, dijawab dengan link artikel di web Niaga Hoster. Selebihnya tentu kita harus belajar sendiri, tapi tetap bisa bertanya untuk setiap langkah di mana kita memerlukan bantuan.

Sekilas tentang Niaga Hoster

  • Didirikan tahun 2013 di Yogyakarta
  • Dipercaya oleh lebih dari 500 ribu klien di seluruh Indonesia. Merupakan salah satu penyedia hosting terpopuler di Indonesia.
  • Menjamin 99,99% uptime server
  • Dukungan CS 24 jam
  • Menyediakan paket shared hosting, VPS hosting, cloud hosting, dan hosting yang dimodifikasi.
  • Menyediakan layanan transfer hosting, pembelian domain, dan jasa pembuatan web
  • Menyediakan poin untuk setiap transaksi, yang bisa digunakan sebagai diskon untuk pembelian berikutnya.
  • Membuka peluang bisnis kepada para member melalui program Niagahoster Partner dan program Afiliasi.
  • Menyediakan kursus secara gratis untuk para member
  • Menyediakan Niaga Hoster Forum untuk tanya jawab terkait pembuatan dan pengembangan website.
  • Menyediakan banyak artikel dan ebook yang bisa dipelajari sendiri.

Tertarik Menggunakan Niaga Hoster?

Jika anda tertarik menggunakan hosting dari Niaga Hoster, silakan membeli paket yang anda inginkan melalui tautan berikut.

Sekadar gambaran singkat, unlimited hosting atau shared hosting adalah hosting paling murah, sumber daya berbagi dengan pengguna lain, pengelolaan server dilakukan oleh provider. Wordpress hosting adalah unlimited hosting yang sudah diinstal blog wordpress, jadi tinggal pakai. Harga sama dengan unlimited hosting.

VPS hosting  adalah hosting dengan kecepatan tinggi, namun pengelolaan server dilakukan sendiri, cocok untuk yang sudah ahli. Sedangkan cloud hosting adalah hosting dengan kecepatan tinggi  dan pengelolaan server oleh provider, dan tentu saja harganya paling mahal.

Saya tergabung dalam program Afiliasi Niaga Hoster. Jika anda membeli produk Niaga Hoster melalui tautan afiliasi saya di atas, anda bisa berkonsultasi dengan saya secara gratis mengenai cara-cara pembuatan web, selain tentunya konsultasi dengan CS Niaga Hoster.

Anda juga bisa menggunakan kode kupon NHASSO untuk mendapatkan diskon 5% dalam pembelian pertama.

Selamat berkarya. [Asso]

Posted in Blog | Tagged , , , , , , , , | Leave a comment