Samsung Galaxy A52s 5G, HP yang Paling Cocok untuk Content Creator

Akhirnya jadi juga beli HP impian: Samsung Galaxy A52s 5G. Harga 5,999 juta di toko resmi Samsung di Tokopedia. Tentang HP ini, aku pernah menuliskannya di blog ini, bulan Maret lalu.

Samsung N356

Ini adalah HP Samsung ketiga yang pernah kubeli dalam hidupku. Sebelumnya pada tahun 2021 aku beli Galaxy A22 4G untuk keponakan. Dan jauh sebelumnya lagi, mungkin sekitar tahun 2004 atau 2005 waktu masih kuliah, aku pakai N356, HP warna hitam ukuran tipis kecil yang waktu itu dibundel dengan operator Fren.

HP Galaxy Samsung A52s kuharapkan menjadi peningkatan dari HP-ku sebelumnya, Xiaomi Redmi Note 9 Pro, yang sudah (atau baru) kupakai selama 1 tahun 4 bulan.

Xiaomi Redmi Note 9 Pro

Sebetulnya tidak urgen sih beli HP baru, karena Renot 9 Pro masih berfungsi secara normal dan secara garis besar dapat memenuhi kebutuhanku. Tapi aku sudah sejak lama tertarik dengan HP yang ditahbiskan oleh banyak pengamat sebagai HP midrange terbaik tahun 2021 ini, ditambah stoknya sudah menipis karena seri yang lebih baru sudah muncul. A52s diluncurkan di Indonesia bulan September 2021, lalu A53 muncul bulan April 2022. Kalau ditunda lagi, khawatirnya hanya kebagian second.

Selain itu ada dua hal lagi. Istriku ingin HP-nya tidak dipakai oleh anak-anak, dan anak-anak ingin jadi youtuber juga. Maka jadilah aku beli HP impian ini, sementara HP Xiaomi kupinjamkan ke anak-anak untuk mereka bermain dan berkreasi.

Alasan Memilih A52s

Kenapa pilihanku jatuh pada Samsung A52s 5G?

Karena menurutku, inilah HP yang paling cocok untuk content creator yang mengandalkan HP sebagai alat utama untuk membuat video dan mengedit video, sekaligus sebagai sebagai alat komunikasi sehari-hari, informasi, hiburan, dan lain-lain.

Bagi pembuat konten yang memakai kamera profesional untuk membuat video, dan mengeditnya pun pakai komputer, tentunya punya keleluasaan dalam memilih HP. Tapi seorang pembuat konten yang nyaris sepenuhnya mengandalkan HP untuk membuat dan mengedit video, sebaiknya mempunyai HP dengan spesifikasi sbb:

  1. Kamera yang bagus
  2. Prosesor yang kuat
  3. Kapasitas memori internal yang besar
  4. Ada slot micro-SD (memori eksternal)
  5. Ada jack audio
  6. Speaker stereo dan dobel.

Kamera yang bagus tentu saja sangat penting bagi content creator. Tapi untuk mengetahui apakah sebuah HP punya kualitas kamera yang bagus atau tidak, tidak mudah jika belum mencobanya. Cara yang paling mungkin adalah melihat review orang lain. Dan menurut para reviewer di youtube, antara lain Gadgetin dan Jagat Review, A52s memiliki kualitas kamera yang bagus, termasuk yang terbaik di kelasnya. Kamera A52s dilengkapi OIS (Optical Image Stabilizer), fitur yang jarang ada di HP kelas menengah.

Sementara itu, prosesor yang kuat diperlukan untuk mengedit video agar saat rendering bisa lebih cepat. Cara mengetahuinya lebih mudah, lihat saja prosesor yang digunakan. Samsung A52s menggunakan prosesor Snapdragon 778G, prosesor terkuat di seri 7. Di kelas harganya, ini memang bukan prosesor tercepat, karena banyak merek lain menggunakan Snapdragon seri 8 atau Mediatek kelas flagship. Tapi dibanding HP yang saya pakai sebelumnya, Renot 9 Pro yang menggunakan SD 720G, SD 778G punya kecepatan hampir dua kali lipat ditinjau dari skor Antutu.

Lalu kapasitas memori. Masalah umum para pembuat konten adalah kecepatan merekam video tak sebanding dengan kecepatan mengedit. Jadilah banyak video mentah menumpuk di memori, tapi butuh waktu untuk bisa mengolahnya menjadi video yang siap tayang di youtube atau platform lain. Sementara itu ada banyak lagi peristiwa lain yang juga sayang kalau dilewatkan untuk direkam.

Oleh karena itu, seorang content creator (yang mengandalkan HP sebagai alat utama) harus pintar-pintar mengatur memori HP-nya agar selalu tersedia ruang untuk video baru. Tapi kalau memori HP-nya sedikit, sudah tentu ini akan jadi hal yang tidak mudah. Kapasitas 128 GB mungkin terasa besar bagi yang bukan content creator, tapi tak berapa lama akan segera penuh bagi content creator.

Samsung A52s dibekali memori internal 256 GB, dua kali lipat dari memori internal Renot 9 Pro. Jika ini kurang, masih ada slot micro-SD untuk menambah memori eksternal hingga 1 TB. Jadi, cukup aman untuk pemakaian jangka panjang. Memang slotnya bersifat hibrid (salah satu antara SIM card atau micro-SD card), tapi lebih baik daripada tidak ada.

Selain itu, pentingnya slot micro-SD sebetulnya bukan hanya soal menambah kapasitas, tapi juga merupakan alat transfer data. Perangkat lain seperti kamera dan drone pada umumnya menggunakan micro-SD card. Terkadang saya menggunakan kamera (action cam) untuk mengambil video perjalanan, dan cara memindahkan datanya ke HP ialah dengan micro-SD card. Teman gowes saya pakai drone untuk merekam kami semua dari udara, dan saya tinggal ambil kartu memorinya untuk dimasukkan ke HP saya. Kalau HP saya tidak ada slot memori eksternal, urusan memindahkan data akan lebih merepotkan.

Selanjutnya jack audio. Banyak HP generasi baru menghilangkan jack audio 3,5 mm. Apakah fitur ini sangat penting? Sebetulnya ketiadaan jack audio bisa disiasati dengan tambahan konverter, tapi jadinya kurang nyaman. Bisa juga menggunakan alat yang terhubung dengan bluetooth. Tapi saya pribadi punya beberapa mik dan earphone yang akan tidak terpakai (kecuali pake konverter) jika HP saya tidak punya fitur ini. Jadi, bagi saya fitur jack audio itu sangat penting.

Kriteria terakhir soal speaker. Speaker stereo tentunya lebih bagus daripada mono, dan dual stereo speaker tentunya lebih nyaman lagi. Sedikit masalah pada HP Renot 9 Pro, yang speakernya sudah stereo tapi cuma satu di bagian bawah, kadang lubang speaker tertutup tangan saat mengedit sehingga suara jadi mengecil. Dengan dual stereo speaker pada A52s, insya Allah masalah tsb akan teratasi.

Itulah menurut saya beberapa kriteria penting bagi HP yang digunakan sebagai alat utama untuk membuat dan mengedit video.

Selain itu, Samsung A52s juga memiliki beberapa fitur unggulan lainnya, antara lain:

  • Jaringan 5G. Aman untuk pemakaian jangka panjang. HP saya sebelumnya masih 4G.
  • Layar Super Amoled dengan refresh rate 120 Hz. Konon lebih bagus daripada layar IPS di Renot 9 Pro.

    Always on display di A52s

  • Always on display. Berguna untuk melihat notifikasi dan jam tanpa harus membuka kunci layar.
  • Rating IP67, yang membuatnya tahan debu dan boleh tercelup ke air sedalam 1 meter hingga 30 menit
  • Ukuran layar 6,5 inci, sedikit lebih kecil daripada Renot 9 Pro yang 6,67 inci, dan juga lebih ringan (189 gram banding 209 gram). Semoga lebih enak di genggaman.
  • Ada NFC, seperti halnya HP-ku sebelumnya. Sekarang ini sudah jadi fitur standar di HP midrange. Fitur ini membuatku tidak perlu lagi isi e-money di ATM atau di minimarket, sangat berguna kalau kehabisan saldo di jalan tol.

Selengkapnya spesifikasi Samsung Galaxy A52s 5G bisa dilihat di GSM Arena.

Perbandingan dengan Sejumlah HP Merek Lain

Sebelum memutuskan membeli HP ini, aku sudah mempertimbangkan banyak merek dan tipe HP, tapi selalu saja ada kriteria yang kurang. Antara lain:

  • Poco X3 Pro. Harga 3 jutaan, Snapdragon 860 (dari segi mesin lebih kencang), tapi belum 5G, dan fitur-fitur lainnya secara umum masih di bawah A52s.
  • Poco X3 GT. Harga 4 jutaan, Dimensity 1100 (mesin lebih kencang), tapi tidak ada slot memori eksternal dan jack audio.
  • Poco F3. Harga 5 jutaan, Snapdragon 870 (mesin jauh lebih kencang), tapi tidak ada slot memori eksternal dan jack audio.
  • Xiaomi Mi 10T Pro. Harga 5 jutaan, Snapdragon 865 (mantan flagship), tapi tidak ada slot memori eksternal dan jack audio.
  • Xiaomi 11T. Harga 5 jutaan, Dimensity 1200, kamera bagus, tapi tidak ada slot memori eksternal dan jack audio.
  • Xiaomi 11T Pro. Harga 6 jutaan, Snapdragon 888 (kelas flagship), tapi tidak ada slot memori eksternal dan jack audio.
  • Realme GT Master Edition. Harga 5 jutaan, Snapdragon 778G (sama dengan A52s), ada jack audio, tapi tidak ada slot memori eksternal.
  • Realme GT Neo. Harga 5 jutaan, Dimensity 1200, tapi tidak ada slot memori eksternal.
  • Realme GT Neo 2. Harga 6 jutaan, Snapdragon 870, tapi tidak ada slot memori eksternal dan jack audio.
  • Realme 9 Pro+. Harga 5 jutaan, Dimensity 920 (setara dengan SD 778G), kamera konon setara flagship, ada jack audio, tapi tidak ada slot memori eksternal.
  • Oppo Reno 7 5G. Dimensity 900, ada slot memori eksternal dan jack audio, tapi harga terlalu tinggi (7,5 juta).
  • Vivo V23 5G. Harga 5 jutaan, Dimensity 920 (setara dengan SD 778G), tapi tidak ada slot memori eksternal dan jack audio, dan speaker masih mono.
  • Vivo T1 Pro. Harga 4 jutaan, Snapdragon 778G (sama dengan A52s), tapi memori internal hanya 128 GB tanpa slot memori eksternal, tidak ada jack audio, tidak ada NFC, dan speaker masih mono. (Pantesan murah).

Entah kenapa kebanyakan HP di kelas midrange sudah membuang fitur jack audio dan slot micro-SD, padahal keduanya masih cukup penting. Memang secara fungsi ada penggantinya, tapi di era sekarang masih banyak perangkat yang membutuhkan keduanya.

Bagaimana dengan Redmi Note 11 Pro 5G di harga 4 jutaan? Dari segi spek memenuhi semua kriteria untuk content creator (ada jack audio, slot memori eksternal, speaker double stereo, kamera bolehlah), dan merupakan peningkatan dari Redmi Note 9 Pro, tapi peningkatannya tidak signifikan. Snapdragon 695 hanya lebih cepat sekitar 25% daripada Snapdragon 720G, dan memori internalnya 128 GB (sama dg HP sebelumnya).

Perbandingan dengan HP Merek Samsung Sendiri

Bagaimana dengan jajaran HP dari Samsung sendiri?

  • Secara umum, penerus A52 ini punya fitur yang sama bagusnya, harga mirip, tapi prosesornya kalah kencang (Exynos 1280), dan sudah tidak menyediakan jack audio. Hal ini juga yang menyebabkan A52s harus segera dipinang agar tidak diambil orang. Penerus kok tidak lebih bagus, kan aneh.
  • A52 5G. Harga lebih murah (5 jutaan awal), fiturnya lengkap, tapi prosesornya kalah kencang (Snapdragon 750G).
  • A72 5G. Yang ini fiturnya lengkap juga, tapi kalah di prosesor (750G), dan ukurannya terlalu besar (6,7 inci, 203 gram).
  • A73 5G. Fitur lengkap, prosesor 778G juga, tapi ukuran terlalu besar (6,7 inci) dan harga jauh lebih mahal (7,8 juta).
  • M52 dan M53. Saya tidak pertimbangkan seri M karena ukurannya terlalu besar (6,7 inci), selain secara kelas sedikit di bawah seri A.

Lalu bagaimana dengan HP kelas flagship? Dari segi fitur, HP-HP flagship tentu punya mesin yang lebih kuat dan kamera yang lebih bagus, tapi hampir semua HP flagship sudah menghapus slot memori eksternal dan jack audio, selain tentu saja harganya jauh lebih mahal (10 juta ke atas).

Kelemahan A52s

Lalu dengan semua kelengkapan fiturnya, apakah Samsung A52s tidak ada kelemahan? Tentunya ada, tapi tidak banyak. Yang terutama barangkali hanya satu, yaitu fasilitas pengisian baterenya hanya 15 watt (charger bawaan), atau maksimal 25 watt. Lalu baterenya yang 4500 mAh mungkin kurang besar dibanding yang lainnya, walaupun sebenarnya sudah cukup untuk pemakaian seharian.

Dengan semua kelebihan tsb, tak salah jika dikatakan Samsung A52s 5G adalah HP midrange terbaik pada tahun 2021, dan masih terbaik di tahun 2022. Tapi bagiku, terutama karena HP ini adalah HP yang paling cocok dengan kebutuhanku sebagai content creator (pembuat konten di youtube dan sesekali membuat video pendek di Tiktok atau untuk keperluan lain).

Tapi tentu saja, apa pun alatnya, yang paling penting adalah buktikan dengan karya. Semoga aku semakin produktif.

Bagi yang ingin tahu kanal youtube saya, silakan dibuka di kanal Asep Sopyan dan Asso Channel. Istri saya juga punya kanal youtube Iyan Desi Susanti. Ada pun dua anak saya punya kanal youtube Cahaya Senja YT dan Teguh Jiwa.

Demikian. []

 

Posted in Gadget | Tagged , , , , , , , , , | Leave a comment

Mungkinkah Khilafah Tegak Kembali di Muka Bumi?

Para pengusung khilafah meyakini bahwa suatu saat akan muncul khilafah ‘ala minhajin nubuwwah (khilafah yang berlandaskan kenabian). Suka tidak suka, setuju tidak setuju, ikut memperjuangkan atau hanya jadi penonton, khilafah akan tegak. Dasarnya adalah sebuah hadis Riwayat Ahmad.

Karena ini wilayah keyakinan, tentu kita tidak bisa intervensi. Tapi bagi yang tidak meyakini ramalan itu, sah juga jika mempertimbangkannya secara rasional dan empiris.

Apakah sistem khilafah akan tegak kembali? Secara rasional dan empiris, jawabannya adalah tidak mungkin. Ada banyak hambatan yang menghalangi, antara lain:

Hambatan pertama datang dari kaum muslim sendiri. Agar khilafah bisa berdiri kembali, sistem ini harus disetujui oleh mayoritas mutlak umat Islam di seluruh dunia, atau setidaknya mayoritas mutlak di negara-negara berpenduduk mayoritas muslim. Mayoritas mutlak berarti sekitar 70% ke atas. Tapi faktanya saat ini yang setuju dengan khilafah masih sangat minoritas. Tidak ada data pasti, tapi survey SMRC tahun 2017 menyebutkan WNI yang setuju NKRI diganti menjadi negara khilafah atau negara Islam ada 9,2%. Itu baru di Indonesia, dan di seluruh dunia kemungkinan juga tak sampai 10%. Tidak akan mudah meyakinkan mayoritas kaum muslim untuk setuju dengan khilafah.

Hambatan kedua datang dari para penguasa di negara-negara berpenduduk muslim. Mereka selama ini sudah menikmati kekuasaan sebagai pemimpin tertinggi di negara-negara tsb. Apakah mereka rela jabatan mereka turun kelas menjadi setara gubernur atau pemerintah negara bagian di bawah kekuasaan khalifah? Pemimpin paling berpengaruh di dunia Islam seperti Erdogan dan Salman, seandainya salah satunya menjadi khalifah, mungkinkah mau dibawahi oleh yang satunya lagi? Yang ada pasti perpecahan, sebagaimana pada zaman kekhalifahan pun wilayah Arab menolak berada di bawah Turki Utsmani.

Hambatan ketiga datang dari letak geografis negara-negara berpenduduk muslim. Membentang dari Maroko sampai Indonesia, diseling beberapa negara non-muslim, belum pernah wilayah seluas ini diperintah oleh satu pemimpin saja, dan tidak mungkin terjadi pula di masa yang akan datang.

Hambatan keempat datang dari kaum non-muslim. Jika khilafah tegak, mereka akan jadi warga kelas dua, yang disebut dengan istilah kafir dzimmi. Sudah tentu lebih nyaman berada di negara demokratis dengan status setara daripada di negara khilafah dengan status kelas dua. Mereka akan menggalang kekuatan antara sesama non-muslim di negara-negara yang berbeda untuk menolak berdirinya khilafah. Belum lagi akan ada dukungan dari negara-negara kuat di Eropa dan Amerika, juga China dan Rusia. Di zaman sekarang ini, sebuah negara akan sulit berdiri tanpa persetujuan negara-negara kuat dunia.

Hambatan kelima datang dari para aktivis khilafah sendiri. Kualitas mereka sangat rendah. Mereka tidak punya ulama berkualitas tinggi dalam keilmuan Islam, yang diharapkan bisa mempengaruhi para ulama di luar kalangan mereka. Sebagai contoh di Indonesia, siapakah ulama eks-HTI yang kapasitasnya menyamai ulama-ulama dari kalangan NU, Muhammadiyah, atau bahkan Salafi? Sepertinya yang muncul ke publik hanya nama Ismail Yusanto dan Felix Siauw, dan keduanya bukan level ulama. Dan sejauh ini, setinggi-tingginya ilmu seorang ulama, pengaruh mereka hanya menjangkau golongannya saja dan tidak laku di golongan yang lain.

Hambatan keenam datang dari fakta sejarah. Sejak runtuhnya Bani Umayyah, wilayah Islam tidak pernah dinaungi oleh satu kekhalifahan tunggal yang menguasai semuanya. Bani Abbasiyah pernah menguasai wilayah yang sangat luas, namun tidak di kawasan Andalusia yang dikuasai keturunan Bani Ummayah. Pada era Utsmaniyah di Turki, lebih banyak lagi dinasti mandiri yang berkuasa di berbagai belahan dunia Islam, seperti Mughal di India dan Safawi di Persia, dan bahkan Mataram di Nusantara, sehingga sebenarnya Utsmaniyah itu tidak layak disebut kekhalifahan, tapi hanya kesultanan. Jadi, jika saat ini ada yang memimpikan kekhalifahan tegak di seluruh dunia Islam, itu lebih banyak merupakan halusinasi tanpa pijakan fakta sejarah.

Hambatan ketujuh datang dari metode yang digunakan. Di antara para aktivis khilafah sendiri, ada perbedaan metode yang sangat tajam. Ada yang menggunakan cara damai ala HT, ada yang menggunakan cara kekerasan ala ISIS. Cara damai sudah berjalan setengah abad lebih, dan hasilnya nyaris nihil, bahkan organisasinya dilarang di berbagai negara Islam. Cara kekerasan sempat berhasil membentuk negara di kawasan Irak dan Suriah, tapi cepat pula runtuhnya, di samping meninggalkan kerusakan yang sangat besar. Ada lagi yang tidak mencita-citakan kekhalifahan internasional, tapi hanya negara Islam level lokal seperti NII, tapi karena dilakukan di negara yang sudah stabil, cita-cita itu pun tidak ada yang berhasil.

Jika kita lihat negara-negara yang berpengaruh di dunia, mereka “menguasai” dunia tidak dengan cara propaganda ideologi, tapi dengan cara memproduksi barang dan jasa yang dibutuhkan oleh warga dunia. Amerika, Jepang, China, Korsel, Jerman, Inggris, Perancis,.., kehidupan sehari-hari kita tak bisa lepas dari hasil karya mereka. Tapi dengan cara itu pun, sejauh ini tidak ada satu negara pun yang berkuasa secara absolut atas semua atau mayoritas wilayah di dunia, dan sepertinya mereka pun tidak sampai mengharapkan hal itu.

Sementara itu para pengusung khilafah hanya mempropagandakan sistem khilafah sebagai solusi semua persoalan di dunia, tapi tidak disertai konsep dan implementasi yang jelas. Dan jelas mereka tidak memberikan karya apa pun yang bermanfaat bagi dunia, selain keributan.

Jadi, mungkinkah khilafah tegak kembali di muka bumi? Hmm… []

Posted in Politik | Tagged , , , , , | Leave a comment

Puisi Amir Hamzah: Padamu Jua (1941)

Hasil gambar untuk puisi amir hamzah padamu juaPADAMU JUA

Habis kikis
Segala cintaku hilang terbang
Pulang kembali aku padamu
Seperti dahulu

Kaulah kandil kemerlap
Pelita jendela di malam gelap
Melambai pulang perlahan
Sabar, setia, selalu

Satu kasihku
Aku manusia
Rindu rasa
Rindu rupa

Di mana engkau
Rupa tiada
Suara sayup
Hanya kata merangkai hati

Engkau cemburu
Engkau ganas
Mangsa aku dalam cakarmu
Bertukar tangkap dengan lepas

Nanar aku, gila sasar
Sayang berulang padamu jua
Engkau pelik menarik ingin
Serupa darah dibalik tirai

Kasihku sunyi
Menunggu seorang diri
Lalu waktu—bukan giliranku
Mati hari—bukan kawanku

Puisi Padamu Jua dimuat dalam kumpulan puisi “Nyanyi Sunyi” (terbit pertama 1941). 

Tentang Amir Hamzah

Nama lengkapnya, Tengku Amir Hamzah Pangeran Indera Putera, lahir dalam lingkungan bangsawan Kesultanan Langkat, Sumatera Timur, pada 28 Februari 1911. Meninggal di Kuala Begumit pada 20 Maret 1946 dalam umur 35 tahun dalam sebuah revolusi sosial Sumatera Timur. Dimakamkan di pemakaman Mesjid Azizi, Tanjung Pura, Langkat. Ia bersekolah menengah dan tinggal di Jawa saat pergerakan kemerdekaan. Tahun 1933 mendirikan majalah Pujangga Baru bersama Armijn Pane dan Sutan Takdir Alisjahbana.

Kumpulan puisinya adalah Nyanyi Sunyi (1941) dan Buah Rindu (1937). Ia juga menerjemahkan Stanggi Timur (1939), Bagawat Gita(1933), dan Syirul Asyar (tanpa tahun). Ada yang mencatat ia meninggalkan 160 karya, terdiri dari 50 sajak asli, 77 sajak terjemahan, 18 prosa liris asli, 1 prosa liris terjemahan, 13 prosa asli, dan 1 prosa terjemahan.

Posted in Karya Tokoh, Sastra | Tagged , , , , | Leave a comment

Naskah Manifes Kebudayaan Tahun 1963

Naskah Manifes Kebudayaan

Kami para seniman dan cendekiawan Indonesia dengan ini mengumumkan sebuah Manifes Kebudayaan yang menyatakan pendirian, cita-cita dan politik Kebudayaan Nasional kami.

Bagi kami kebudayaan adalah perjuangan untuk menyempurnakan kondisi hidup manusia. Kami tidak mengutamakan salah satu sektor kebudayaan di atas sektor kebudayaa lain. Setiap sector berjuang bersama-sama untuk kebudayaan itu sesuai dengan kodratnya.

Dalam melaksanakan Kebudayaan Nasional, kami berusaha menciptakan dengan kesungguhan yang sejujur-jujurnya sebagai perjuangan untuk mempertahankan dan mengembangkan martabat diri kami sebagai bangsa Indonesia di tengah masyarakat bangsa-bangsa.

Pancasila adalah falsafah kebudayaan kami.

Jakarta, 17 Agustus 1963

Tentang Manifes Kebudayaan

Goenawan Muhammad 3.jpg

Goenawan Mohamad

Para pengusung Manikebu terdiri dari para intelektual, sastrawan, dan seniman yaitu: H.B Jassin, Trisno Sumardjo, Wiratmo Soekito, Zaini, Bokor Hutasuhut, Goenawan Mohamad, A. Bastari Asnin, Bur Rasuanto, Soe Hok Djin (Arief Budiman), D.S Moeljanto, Ras Siregar, Hartojo Andangdjaja, Sjahwil, Djufri Tanissan, Binsar Sitompul, Gerson Poyk ,Taufiq Ismail, M. Saribi, Poernawan Tjondronegoro, Ekana Siswojo, Nashar, dan Boen S. Oemarjati.

Manifes Kebudayaan, atau Manifesto Kebudayaan, atau kerap disingkat Manikebu, adalah konsep kebudayaan yang mengusung konsep humanisme universal, dicanangkan pada tahun 1963 sebagai bentuk respon dari teror-teror dalam ranah budaya yang dilancarkan oleh orang-orang yang tergabung dalam Lekra (Lembaga Kebudayaan Rakyat).

Manifes Kebudayaan dipublikasikan lewat surat kabar Berita Republik dalam ruang “Forum” Sastra dan Budaya No.1, Th I, 19 Oktober 1963 dan majalah Sastra No. 9/10, Th III, 1963.

(Sumber: Wikipedia)

Posted in Budaya | Tagged , , , , , | Leave a comment

Cerpen “Ides dan 72 Bidadari” (Asso)

Gambar dari Pixabay

Sesampainya di surga, Asso dan Ides tinggal di sebuah rumah yang dalam segala hal: kebesaran, keindahan, kemewahan, kenyamanan, keamanan, tak akan pernah terbayangkan di dunia. (Jadi lebih baik tidak digambarkan di sini). Sebagai laki-laki, Asso mendapat jatah khusus berupa 72 bidadari dengan kecantikan tak terperi. Ketujuh puluh dua bidadari itu menghuni paviliun-paviliun di belakang rumah Asso dan Ides, dan kapan saja siap dikunjungi.

Tapi Asso tak pernah sekali pun menengok mereka. Setiap saat ia berduaan saja dengan Ides. Hanya Ides seorang yang ia rayu dan cumbu. Tentu saja Ides senang sekali.

Suatu kali Ides berkata, “Suamiku, di sini banyak bidadari bermata jeli dan berbodi seksi. Aku tak keberatan jika kamu mencobai salah satu dari mereka atau bahkan semuanya.”

“Ah, Istriku, apalah artinya mereka dibanding dirimu? Hakikatnya bidadari-bidadari itu tak lebih dari pelacur….”

Ides lekas melintangkan jarinya di mulut Asso. “Ssstt, hati-hati bicaramu, Sayang. Nanti Tuhan tersinggung.”

“Hehehe, jangan kuatir. Di surga tidak ada yang mencatat amal-amal kita dan tidak akan ada lagi pengadilan.”

“Tapi mereka istri-istrimu, hadiah Tuhan untukmu sebagai penghuni surga.”

“Lebih tepatnya: istri simpanan, atau gundik, atau selir, atau harem. Kamu tahu, istriku, di dunia dulu, harem-harem itu sering menjadi barang hadiah di antara para raja dan bangsawan. Mengapa? Karena mereka hakikatnya tak lebih dari budak. Bedanya mereka cantik. Dan khusus bidadari, tinggalnya di surga. Tapi itu tak mengubah fakta bahwa mereka diciptakan hanya dengan satu tujuan: untuk menjadi pemuas nafsu seks laki-laki. Andaikata mereka kusuruh mencuci kakimu saja, itu sudah merupakan satu kehormatan besar bagi mereka.”

Ides terkikik. “Sayangnya di surga sini kakiku tak pernah kotor.”

***

Mulanya tiap-tiap bidadari itu menduga, mungkin Asso masih keasyikan dengan salah satu bidadari hingga lupa bahwa masih banyak bidadari yang lain. Namun setelah bertahun-tahun tak pernah dikunjungi, mereka pun mulai berkomunikasi dengan sesamanya, dan tahulah mereka bahwa nasib mereka semua sama.

Mereka jadi bertanya-tanya dalam hati mengapa bisa begitu. Untuk mencari tahu sekaligus menepis kebosanan, sesekali satu atau dua dari mereka keluar dari kamarnya dan berjalan-jalan di taman. Terkadang mereka lihat Asso dan Ides tengah bercumbu di beranda rumah atau di salah satu sudut taman, namun mereka tak berani mendekat sebab tak diperbolehkan bagi mereka untuk mengganggu saat tuan dan nyonya besar sedang berduaan.

Mereka jadi bingung. Ingin mereka mendekati Asso, yang adalah suami mereka juga, tapi setiap saat setiap detik Asso selalu bersama Ides.

Mereka pun nyaris tak percaya, bagaimana mungkin seorang lelaki penghuni surga tidak tergiur dengan bidadari, yang penggambarannya dalam kitab suci, ketika di dunia, sanggup membuat orang rela meledakkan bom bunuh diri?

Berabad-abad kemudian, keadaan masih tetap seperti itu. Para bidadari semakin gelisah. Mereka hanya bisa saling mengunjungi satu sama lain dan berkeluh kesah tentang keadaan masing-masing.

Setelah ribuan tahun tak ada perubahan, akhirnya mereka sepakat untuk mengadu kepada Tuhan.

“Wahai Tuhan kami, yang maha pengasih lagi maha penyayang, bagaimana nasib kami ini, tak pernah dikunjungi satu kali pun oleh suami yang Engkau anugerahkan kepada kami. Bukankah Engkau menciptakan kami, para bidadari ini, dengan tujuan untuk menjadi pasangan bagi penghuni surga berjenis laki-laki? Kalau seperti ini terus, wahai Junjungan, lebih baik Engkau kembalikan saja kami kepada keadaan sebelumnya.”

Tuhan menjawab, “Kalian makhluk abadi. Sekali dicipta tak akan musnah selamanya.”

“Tolonglah, Tuhan, palingkan hatinya sedikit saja kepada kami.”

“Kalian sudah Kubekali kecantikan tak bertara. Manfaatkan itu untuk menarik perhatiannya.”

“Kami sudah berusaha, Tuhan. Sering kami keluar dari kamar dan berjalan-jalan di taman, memperlihatkan diri kepadanya, dengan pakaian seksi menerawang, dengan langkah megal-megol, berharap dia tertarik melihat kami. Tapi dia selalu saja berduaan dengan istrinya yang bawaan dari dunia itu, sedikit pun kami tak diliriknya.”

“Bersabarlah.”

“Sudah ribuan tahun, Tuhan. Kami jadi merasa tak berguna sama sekali. Kalau memang keberadaan kami tak dibutuhkan, ambil saja kami kembali ke sisi-Mu.”

“Hmmh, Aku tidak mungkin mengambil kembali apa yang sudah Kuberikan kepada hamba-Ku.”

“Kenapa tidak mungkin? Bukannya Engkau mahakuasa?”

“Tentu Aku bisa, tapi kalian sudah sepenuhnya menjadi milik si Asso. Gengsi dong kalau Kuambil lagi.”

“Lalu bagaimana, Tuhan? Apa yang harus kami lakukan?”

“O ya, ada satu cara. Kalian akan terlepas dari keadaan sekarang kalau si Asso sendiri yang membebaskan kalian.”

“Tapi bagaimana caranya supaya dia membebaskan kami?”

“Sekarang pulanglah. Akan ada solusinya.”

***

Pada suatu hari, saat Asso dan Ides tengah bercengkrama di taman, beberapa sosok bidadari melintas di kejauhan, menghilang sejenak, lalu muncul lagi. Sebenarnya itu hal biasa, dan Asso menganggapnya hiasan taman belaka. Tapi kali itu Ides berkata, “Suamiku, lihat bidadari itu, kelihatannya dia sedang mencoba menarik perhatianmu.”

“Biarkan saja.”

“Kenapa sih kamu tak pernah acuhkan mereka? Mereka diciptakan Tuhan untukmu dan aku ikhlas.”

“Kenapa aku harus pedulikan burung-burung pipit padahal di depanku ada burung merak?”

“Setidaknya tengoklah mereka sesekali.”

“Kamu kenapa, Istriku? Apa kamu tak suka terus-menerus kutemani?”

“Bukan itu. Tentu aku bahagia sekali dapat selalu bersamamu. Tapi sebagai perempuan, aku dapat meraba-raba apa yang dirasakan para bidadari itu.”

“Baiklah. Daripada mengganggu, mungkin sebaiknya bidadari-bidadari itu kuberikan saja kepada temanku.”

“Siapa?”

“Subhan. Dia mati waktu masih bujangan.”

***

Subhan tengah bermain catur dikeroyok para bidadarinya ketika Asso dan Ides datang. Ia terkejut dan gembira melihat kedatangan kawan akrabnya sewaktu di dunia.

“Asso! Apa kabar, Sohib? Ayo main catur denganku.”

“Alhamdulillah, baik sekali, Sobatku Subhan! Bagaimana kabarmu?”

“Alhamdulillah, mahabaik, Sohib. Lihat, sekarang istriku banyak sekali padahal waktu di dunia satu pun tak punya.”

“Selamat, selamat. Kalau nambah lagi mau enggak?”

“Nambah lagi? Boleh banget.”

“Kalau begitu, aku akan memberikan seluruh bidadariku padamu. Sepulang dari sini, segera kukirim mereka ke tempatmu.”

“Lho, kenapa? Bosan?”

“Tidak. Cuma tidak selera.”

“Aneh. Bukannya mereka bohai-bohai dan bahenol? Perawan terus lagi, hehehe….”

“Hahaha…, buat apa? Istriku 72 kali lebih bohai dan lebih bahenol ketimbang bidadari mana pun.”

Untuk beberapa jenak Subhan memperhatikan Ides. Keningnya mengernyit. Tampaknya ia tak sepaham dengan ucapan sahabatnya.

Asso tertawa. “Ada baiknya kamu tak sependapat denganku. Berarti istriku aman dari gangguanmu, hehehe….”

“Enak saja! Ya sudah, tawaranmu kuterima. Sekarang ayo kita catur. Para bidadari itu payah semua. Sudah main keroyok pun tetap saja kalah.”

“Hehehe, otak mereka memang bukan di kepala….”

***

Begitulah. Para bidadari milik Asso terheran-heran ketika sore harinya mereka dijemput dengan kereta kencana lalu dibawa ke rumah Subhan.

“Mulai sekarang kalian menjadi milik sahabatku ini,” kata Asso. “Bergembiralah, sebab dia tak akan menyia-nyiakan kalian.” []

 

Ciater, 2011-2022

Posted in Cerpen | Tagged , , , | Leave a comment

Lagu “Seuntai Doa untuk Ayah” (Asso)

Seuntai Doa untuk Ayah adalah lagu berisi doa dari seorang anak untuk ayahnya yang telah tiada. Si anak mengenang kebaikan ayahnya dan menyesali dirinya tidak sempat berbakti kepada ayahnya.

Lagu ini dapat didengarkan pada video di atas atau disimak langsung di kanal youtube Asso Channel.

Lirik lengkapnya sebagai berikut:

SEUNTAI DOA UNTUK AYAH

Seuntai doa ingin kukirimkan untuk ayahku tercinta
Semoga damai tetap bersamanya
Senyum Tuhan abadi di matanya
Wahai Pemilik semesta
Jangan biarkan dia sendiri dalam gulita

Tak mungkin lagi kulihat matahari
Kerna malam telah turun
Telah berlalu waktu untuk berbakti
Dalam gelap ku hanya tertegun
Ayah maafkanlah aku
Anakmu yang sering buat mendung di wajahmu

Dia yang kini kurindu
Tatapnya yang biru menyejukkan kalbu
Tiada yang dapat gantikan
Sosoknya utuh di mataku
Tinggallah kenangan berlalu bersama waktu

Kini tinggal penyesalan
Menggayuti jiwa gelisahkan hati
Tetapi dia telah pergi
Tak mungkin dapat kembali
Sedang ku tiada pernah sempat memberi bakti

Malam sampaikan pada mimpi pesanku
Tolong hadirkan ayahku
Biar sejenak aku ingin bertemu
Agar rindu tercurah maaf terkata
Tuhan buatkan untuknya
Tempat yang terang lapang di sisi-Mu
Tuhan siapkan untuknya
Tempat yang tenang nyaman di dekap-Mu #

Lagu & vokal: Asso
Aransemen: Andri & Leo


Lagu Seuntai Doa untuk Ayah dan lagu-lagu lainnya dari Asso dapat didengarkan juga di saluran-saluran sbb:

Posted in Lagu | Tagged , , , | Leave a comment

Lagu “Adinda” (Asso)

Adinda adalah sebuah lagu cinta, tentang seorang pemuda yang merasakan kecintaan dan kerinduan yang begitu mendalam kepada seorang gadis.

Lagu ini bisa didengarkan pada klip di atas, atau langsung dengarkan di kanal youtube Asso Channel.

Liriknya sebagai berikut:

ADINDA

Tahukah kau tiap waktu aku teringat padamu
Dalam sadar dalam khayal dalam tidur dan mimpiku
Kadang aku berteriak dan memanggili namamu
Oh Adinda dengarkanlah rintihan hatiku yang tengah merindu hadirmu
Dan menunggu satu pertemuan yang kan lenyapkan sepiku

Tak mungkin ku menjadikanmu sebagai khayalan belaka
Tak puas ku menatapmu hanya dalam mimpi semata
Aku ingin kau di sini di depanku seutuhnya
Oh Adinda kemarilah mendekatlah dan temanilah aku saat ini selamanya
Hingga sang maut pun tak kan memisahkan kita

Tak mungkin aku bisa bertahan
Jika hidupku kau biarkan
Tanpa sandaran tanpa pegangan
Maka aku kan jatuh dan tenggelam
Dalam kehampaan kesunyian dan ketiadaan
Yang membuatku kehilangan
Arti

Tak mungkin aku bisa bertahan
Jika hidupku kau biarkan
Tanpa sandaran tanpa pegangan
Maka aku kan jatuh dan tenggelam
Dalam kehampaan kesunyian dan ketiadaan
Yang membuatku kehilangan
Arti
Ho ho Adinda Ho ho Adinda Hmm Adinda #

Lagu & vokal: Asso
Aransemen: Andri & Leo
Model video: Asep S & Desi S
Lokasi video: Lapangan Ciater Permai Serpong


Lagu Adinda dan lagu-lagu lainnya dari Asso dapat didengarkan juga di saluran-saluran sbb:

Posted in Lagu | Tagged , , , , , | Leave a comment

Cerpen “Doa yang Kesasar” (Asso)

Pantai, Hari Libur, Laut, Musim Panas

Ada satu kejadian lucu saat kami menghadiri tahlilan di rumah almarhum kawan kami di kawasan Pamulang. Meski kami sudah janjian berangkat bareng habis magrib, ada juga beberapa teman yang ketinggalan.

Salah satunya Kusmana. Dia menyusul dari Ciputat dengan bekal keterangan seadanya tentang alamat rumah almarhum. Ternyata dia kesasar. Dari jalan raya, dia masuk ke gang berikutnya dari gang yang seharusnya dituju. Kebetulan di salah satu rumah di gang itu juga ada acara tahlilan. Karena tempat duduk sudah penuh, dia duduk di teras depan. Dia tidak melihat satu pun teman-temannya di antara jemaah tahlil. Pikirnya, mungkin kami ada di ruang dalam. Dan karena acara tahlilan sudah memasuki sesi pembacaan Yasin, dia pun ikut membaca Yasin, selanjutnya mengaminkan doa yang dipimpin ustaz.

Setelah doa selesai, saat makanan diedarkan, Kusmana mendengar orang-orang bercakap-cakap tentang almarhum. Tapi nama yang mereka sebut berbeda dengan nama teman kami.

“Memang siapa yang meninggal, Pak?” tanya Kusmana kepada orang di sebelahnya.

“Haji Januri,” jawab orang itu. Melihat Kusmana tampak terkejut, orang itu bertanya, “Adik mau ke tahlilan siapa?”

“Teman saya, namanya Subhan.”

“Oh, mungkin di gang sebelah. Saya dengar di RW sana juga ada yang meninggal tadi siang. Orangnya masih mahasiswa, kan?”

“Betul, Pak. Terima kasih.”

Dengan menahan malu, Kusmana keluar dari forum tahlilan di rumah almarhum Haji Januri. Ketika dia menemukan rumah almarhum Subhan, tahlilan sudah selesai, tapi kebetulan kami masih duduk-duduk mengobrol di ruang depan. Melihat Kusmana datang terlambat karena kesasar, kami semua tertawa terbahak-bahak, lalu meledek dia habis-habisan.

Tapi tak seorang pun yang menyangka bahwa kejadian kecil ini, yang kami anggap lucu saja, di alam baka sana ternyata berakibat serius baik bagi arwah Subhan maupun Haji Januri.

Begini ceritanya.

Ketika seluruh amalan Subhan ditimbang di pengadilan Mahsyar, total amalan baiknya lebih ringan daripada total amalan buruknya dengan selisih yang amat sangat tipis sekali. Tapi di akhirat, amalan sekecil apa pun ada balasannya. Itu artinya, Subhan harus direbus dulu beberapa saat –yang berarti ribuan tahun– di neraka sampai kebaikannya menjadi lebih berat.

Subhan memohon-mohon kepada malaikat juru timbang agar selisih kecil itu diabaikan saja. Tapi malaikat berpegang pada hukum besi pengadilan. Subhan pun menangis. Mulanya tersedu-sedu, lalu berubah menjadi raungan panjang ketika malaikat lain menyeretnya turun dari panggung pengadilan dan melemparnya ke jalur kecil menuju jembatan Siratal Mustaqim.

Subhan bangkit. Satu kekuatan yang tak bisa ia tolak memaksanya melangkahkan kaki ke luar padang. Wajahnya menunduk. Tak dilihatnya miliaran manusia yang berjajar di kiri kanannya sejauh mata memandang, memadati setiap jengkal padang Mahsyar.

Sekeluar dari padang Mahsyar, ternyata masih jauh jalan yang harus ia tempuh untuk sampai di jembatan. Sembari berjalan, Subhan terus memikirkan hasil timbangan amalnya. Selisihnya yang amat tipis membuat hatinya terasa sesak. Berlaksa pengandaian berkelebatan di pikirannya. Kenapa dulu ia tidak menambah satu saja kebaikan, biarpun kecil… Kenapa waktu di dunia ia tidak mengurangi satu saja keburukan… Seandainya ia memberi seratus rupiah saja kepada pengamen jalanan itu… Jika saja ia mau menunggu temannya yang sedang berwudu agar bisa salat berjamaah dan bukannya mendahului salat sendiri… Kalau saja ia tak berbohong kepada ibunya soal uang kuliah… Andaikata ia mengurangi sekali saja aktivitasnya menonton film biru… Sekiranya ia tidak mengirim SMS-SMS iseng ke banyak perempuan sekaligus….

Akh….

Setelah ribuan tahun berjalan, tampaklah patok jembatan Siratal Mustaqim di kejauhan. Jembatan itu terlihat beruap, mengepul-ngepulkan hawa panas, tanda di bawahnya ada kawah api yang menyala-nyala. Ingin Subhan berhenti berjalan, tapi tak bisa.

Saat itulah ada satu suara menegurnya. Malaikat, entah petugas apa.

“Kamu yang bernama Muhammad Subhan bin Marijan?”

Subhan mengangguk lemah. Tak kuasa ia mengeluarkan suara.

“Kamu disuruh kembali ke padang Mahsyar.”

Subhan terkejut.

“Ya. Juru timbang mengatakan kemungkinan ada perubahan dengan hasil timbanganmu.”

Secercah kegembiraan melintas di wajah Subhan. Tapi membayangkan perjalanan balik ribuan tahun ke padang Mahsyar, wajahnya meredup kembali.

“Terserah, apa kamu mau lewat jembatan itu atau putar balik ke padang Mahsyar.”

Subhan menatap kepulan uap di atas jembatan. Tentu mendingan kembali daripada meniti jembatan panas itu. Lagi pula siapa tahu di padang Mahsyar ada perbaikan nasib.

“Apa aku harus jalan kaki?” Adanya harapan membuat suara Subhan pulih. “Padang Mahsyar kan jauh sekali.”

Malaikat terkekeh. Dia melempar sebutir kapsul yang tiba-tiba berubah menjadi seekor kuda bersayap.

“Kamu naik kuda ini,” kata malaikat.

“Kenapa tak bilang dari tadi?” kata Subhan kesal.

“Hehehe, kapan lagi bisa mengospek manusia kalau bukan sekarang?”

Kuda bersayap itu merunduk. Subhan naik. Cepat sekali ia melesat. Beberapa kejap saja Subhan telah sampai di padang Mahsyar. Setibanya di panggung pengadilan, Subhan langsung disergap oleh sebuah makian.

“Sialan kau, Subhan! Kau rampas hakku!”

“Haji Januri?”

Haji Januri meninggal pada hari yang sama dengan Subhan, hanya lebih belakangan beberapa menit. Urutan keduanya di pengadilan Mahsyar pun tidak terpaut jauh. Tapi Subhan terheran-heran atas sebab apa tiba-tiba Haji Januri memakinya.

Keheranan Subhan segera terjawab saat juru timbang menerangkan.

“Begini, Muhammad Subhan bin Marijan. Rupanya ada sebuah doa yang sangat ikhlas dari kawanmu yang bernama Kusmana bin Abdullah, cuma doa kawanmu itu kesasar di kotak Ahmad Januri bin Idris. Jadi mohon maaf, kami belum sempat menyertakan doa itu pada timbangan amalmu.”

Subhan melongo.

“Sini, Muhammad Subhan bin Marijan, coba amalanmu kami timbang lagi.”

Ketika doa Kusmana diteteskan ke timbangan, perlahan-lahan terjadi perubahan. Subhan menyaksikan dengan hati deg-degan. Mulanya satu dosa kecil Subhan terhapus, dan ini membuat timbangan jadi seimbang. Lalu disusul dengan bertambahnya satu kebaikan kecil. Tadinya kebaikan kecil itu tertolak karena mengandung unsur riya; berkat doa Kusmana, riyanya hilang sehingga kebaikan kecil itu dinilai sebagai pahala.

Dengan demikian, selanjutnya total amalan baik Subhan menjadi sedikit –sangat sedikit sekali– lebih berat tinimbang total amalan buruknya. Maka bersujudlah Subhan di lantai pengadilan. Air matanya bercucuran, kali ini tanda kebahagiaan.

“Sekarang sudah jelas,” kata malaikat juru timbang. “Ahmad Januri bin Idris dan Muhammad Subhan bin Marijan, silakan menuju jalur jembatan Siratal Mustaqim.”

“Aku tidak terima!” teriak Haji Januri. “Doa itu sudah masuk ke kotakku. Mestinya itu milikku.”

Malaikat lekas menyeretnya ke bawah panggung. Tapi Haji Januri berontak. “Tuhan! Di mana Engkau? Aku mohon keadilan-Mu. Ya Nabi, aku mohon syafaatmu!”

Karena Haji Januri terus berteriak-teriak, para malaikat pun berunding. “Baiklah, Ahmad Januri bin Idris, kami akan minta pertimbangan kepada Tuhan.”

Para malaikat memanggil Tuhan. Dan ketika Tuhan datang, seketika padang Mahsyar diselimuti aura kesejukan, kedamaian, ketundukan.

“Apa yang kalian perselisihkan?” tanya Tuhan.

“Sebuah doa, Yang Mulia,” jawab malaikat juru timbang. “Doa dari seorang bernama Kusmana bin Abdullah.”

“Doa itu dibacakan di tahlilan saya, Tuhan,” sela Haji Januri.

“Tapi itu untuk saya, Tuhan,” Subhan ikut menyela. “Kusmana sahabat saya.”

Malaikat meneruskan, “Meski doa itu dibacakan di tahlilan Ahmad Januri bin Idris, dan tentunya Kusmana bin Abdullah mengaminkan doa yang dialamatkan untuk Ahmad Januri bin Idris, tapi hati Kusmana menujukan doa itu untuk Muhammad Subhan bin Marijan, sahabatnya. Hanya saja doa tersebut masuk ke kotak Ahmad Januri bin Idris sebab dikirim satu paket bersama doa dari peserta tahlilan lainnya.”

“Hmmh, jadi ibaratnya SMS nyasar, gitu ya?”

“Betul, Yang Mulia.”

“Baiklah. Begini kebijakan-Ku. Doa itu merupakan hak Muhammad Subhan bin Marijan. Tapi Ahmad Januri bin Idris pun berhak atas jasa sewa karena kotaknya telah dipakai menyimpan doa orang lain. Lagi pula dia terlanjur gembira dengan adanya doa itu di kotaknya, dan sungguh, berkat rahman rahim-Ku, Aku tidak tega memupus kegembiraannya. Dengan ini Kuputuskan, Ahmad Januri bin Idris tidak perlu menjalani penggodokan di neraka.”

Cerahlah muka Haji Januri. Dan dia bersujud sambil membentur-benturkan jidatnya ke lantai berkali-kali. “Terima kasih, Tuhan…. Terima kasih, Tuhan….”

Demikianlah. Dan untuk kedua kalinya, kembali kami dibuat tertawa oleh –kali ini– cerita Subhan, ketika dia, Kusmana, dan kami semua duduk-duduk sambil minum-minum seraya memeluk bidadari masing-masing di taman surga. Alhamdulillah, tak satu pun di antara kawan kami yang ikut tahlilan waktu itu sempat mampir di neraka. []

 

Ciater, 17-18 Maret 2011

Posted in Cerpen | Tagged , , , , | Leave a comment

Perihal Token Kripto Para Artis yang Katanya Akan “To The Moon”

  • Pada kuartal pertama tahun 2022, beberapa figur publik meluncurkan token kripto, yaitu Anang Hermansyah (token Asix), Wirda Mansur (iCoin), Lesty Kejora dan Rizky Billar (Leslar Metaverse), dan Angel Lelga (Angel Token).
  • Menurut mereka, token-token tsb nantinya bisa digunakan di platform yang akan mereka kembangkan, pada umumnya berupa game Play To Earn (P2E), marketplace NFT, dan metaverse.
  • Saat token diluncurkan, proyek-proyek tsb belum ada. Entah jadi dibangun atau tidak. Kalaupun akhirnya dibangun, kemungkinan besar token tsb hanya bisa digunakan di proyek atau platform yang dibangun oleh pengembang yang sama, tidak berlaku di proyek serupa dari pengembang yang berbeda, kecuali sudah ada kerja sama. Dalam hal ini mirip dengan wahana permainan anak di mal-mal, seperti Kidzone, Timezone, atau Kidzania, yang juga menerbitkan koin tapi hanya berlaku di wahana yang bersangkutan saja.
  • Seharusnya, jika memang berniat baik, proyek-proyek itu yang diluncurkan lebih dulu. Tentu dengan modal dari pengembang. Buktikan dulu bisa membuat game yang laris. Buktikan bisa membuat dunia metaverse yang sering dikunjungi orang. Jika masyarakat banyak yang merasakan manfaatnya, barulah tokennya dibikin, kalau memang harus banget bikin token.
  • Yang terjadi saat ini, tokennya dibikin lebih dahulu, lalu dijual ke masyarakat, para pembuat token mendapatkan uang rupiah sungguhan, sementara para pembeli hanya mendapat iming-iming harganya akan naik (to the moon, katanya).
  • Jadi pembuatan token kripto ini seakan-akan jadi ajang pengumpulan dana masyarakat, tanpa para pembeli ikut memiliki proyek yang akan dikembangkan. Berbeda dengan saham, di mana para pembeli ikut memiliki perusahaan yang dibangun, atau dengan surat utang (obligasi), di mana para pembeli mendapat jaminan uangnya akan dikembalikan plus bunga.
  • Jika harga token naik, pembeli memang akan untung. Tapi jika harga token turun, pembeli rugi. Di sini berarti terjadi spekulasi, karena kenaikan atau penurunan harga tsb tidak ada dasarnya.
  • Saat tulisan ini dirilis, hanya token Asix yang rada mendingan nasibnya. Walaupun sempat mengalami fluktuasi yang sangat tajam di minggu pertama Maret, grafiknya secara keseluruhan masih ijo. Token ICN ambruk lebih dari 90% dan kini tidak terlihat lagi di coinmarketcap, tapi konon pengembangnya sedang menyiapkan ICN versi 2. Token Leslar sudah turun lebih dari separuhnya sejak peluncuran. Sementara token Angel, sejak berita presale entah dapat dibeli di mana.
  • Karena token ini sudah jadi ajang pengumpulan dana masyarakat, di sisi ini mestinya OJK bisa turun tangan dalam memberikan perizinan dan pengawasan. Jika aturannya belum ada, segera saja aturannya dibuat.
  • Dilihat dari latar belakang orang-orang yang mengembangkan token kripto di atas, tak satu pun yang punya pengalaman di bisnis terkait teknologi digital terkini. Jika, katakanlah, perusahaan semacam Gojek, OVO, atau Emtek membuat token kripto, itu masih nyambung dan sedikit banyaknya mereka bisa dipercaya memiliki kemampuan dalam mengembangkan aset digital. Tapi para artis dan influencer itu, entah apa yang diandalkan. Bahkan perusahaan teknologi sekelas Apple dan Microsoft saja tidak ada yang membuat token atau koin digital sendiri, Elon Musk hanya menjadi pengguna, dan Facebook/Meta pun tampaknya masih butuh riset panjang sebelum metaversenya diluncurkan.

 

Grafik Asix token di coinmarketcap.com

Token I-Coin tidak lagi terdata di coinmarketcap.com

ICN akan migrasi ke versi 2.

Grafik token Leslar di coinmarketcap.com

Token Angel belum tampak ada grafiknya di coingecko.com

Posted in Bisnis | Tagged , , , , , , , , , , | Leave a comment