who took my money

Dalam buku Who Took My Money, Robert Kiyosaki menyadarkan saya akan kelemahan investasi dalam saham dan reksadana, yaitu kurangnya kendali atas uang kita. Pada reksadana, kita menyerahkan uang kepada orang yang tidak kita kenal (manajer investasi), lalu berharap dia akan bekerja dengan baik mengembangbiakkan uang kita. Tapi entah dia bekerja baik atau buruk, dia tetap dibayar.

Pada saham, kita menyerahkan uang ke broker saham, lalu kita membeli sendiri saham-saham yang kita inginkan. Apakah harga saham itu akan naik atau akan turun, kita tidak tahu dan tidak bisa mengendalikan.

Kiyosaki tidak memprioritaskan investasi pada surat berharga. Saham hanyalah hidangan penutup bagi dia, yaitu ketika dia kelebihan uang tunai dari arus kas yang mengalir dari investasinya di kelas aset yang lain, real estat dan bisnis.

Ya, menurut Kiyosaki, ada tiga kelas aset, yaitu bisnis, real estat, dan surat berharga (saham, obligasi, reksadana). Di antara ketiganya, bisnis paling banyak mengalirkan arus kas dan keuntungan, namun paling sulit dimiliki, dibangun, dan dikendalikan (meskipun kendalinya berada di tangan sendiri).

Real estat paling mudah dikenai leverage (daya ungkit melalui utang), asetnya nyata, namun sulit dimasuki oleh orang yang bermodal kecil atau tanpa modal, atau tidak punya jaminan (misalnya SK PNS). Selain itu, real estat tidak mudah dijual jika kepepet butuh uang.

Sedangkan surat berharga paling mudah dimasuki dan paling mudah keluar (sangat likuid), namun kontrol atas hasilnya berada di luar jangkauan kita. Kiyosaki tidak suka berinvestasi di bidang yang tidak bisa dia kendalikan, kecuali surat berharganya itu ada jaminan keuntungan dan tidak akan rugi, misalnya obligasi pemerintah bebas pajak.

Saat ini saya justru memasuki kelas aset yang tidak disukai oleh Kiyosaki, yaitu saham dan reksadana. Saham di aplikasi Ajaib dan reksadana di aplikasi Bibit.

Kiyokasi menganggap investasi di saham dan reksadana (beli, tahan, berdoa semoga harganya naik) sebagai judi, karena kita tidak tahu dan tidak bisa mengendalikan apa yang akan terjadi.

Tapi biarlah, setidaknya saham dan reksadanalah saat ini yang bisa saya masuki dengan modal kecil dan dicicil.

Untuk aset yang keuntungannya besar, saat ini saya sedang membangun aset bisnis sebagai agen asuransi. Di bisnis asuransi, saya bertindak selaku penjual dan sekaligus menjadi agency manager dengan merekrut dan mendidik para agen. Buka blog saya asuransihijau.com untuk informasi lebih lanjut. [Asso]

Leave a Reply