mobil avanza

Ada yang mengatakan, membeli mobil dengan cara dicicil (kredit) itu tindakan yang bodoh. Harga tunai 200 juta, ketika dicicil jadi 300 juta, setelah lunas harganya tinggal 100 juta. Rugi 200 juta. Belum lagi terlibat riba, yang konon dosanya ngeribanget.

Terus-terang saya termasuk yang melakukan itu. Bolehlah anggap saya bodoh. Tapi saya bersyukur telah memaksakan diri melakukannya.

Waktu saya mulai mencicil tahun 2015, saya punya anak dua, dan sekarang anak saya empat. Waktu anak dua itu masih balita, pulang kampung bisa ditempuh dengan motor. Tapi ketika dua anak itu tumbuh besar, tidak mungkin lagi pakai motor. Apalagi anak empat dengan barang-barang bawaan yang makin banyak. Jadi jelas punya mobil itu kebutuhan bagi kami.

mobil avanza
Saat pulkam pertama kali dg mobil tahun 2015

Kami tinggal di Tangsel, kampung saya di Pandeglang dan kampung istri di Lebak selatan. Di kampung, kami bisa bawa orangtua dan saudara-saudara silaturahmi ke lebih banyak tempat. Ketika kembali dari kampung, ibuku selalu menyuruhku bawa oleh-oleh. Dulu aku selalu menolak karena tak ada tempat di motor, tapi sekarang lebih leluasa.

Oke, itu urusan pulang kampung, yang sifatnya hanya sesekali. Bagaimana dengan keseharian?

Untuk urusan pekerjaan dan bepergian sendiri, sebenarnya saya tidak harus benar pake mobil. Saya bekerja sebagai agen asuransi dan mendapatkan klien melalui internet. Sebagian besar pekerjaan saya dilakukan di rumah dan hanya sesekali keluar untuk ketemu klien. Untuk urusan ini, saya tak masalah naik motor atau kendaraan umum, dan jika harus mobil bisa pesan gocar. Tapi dengan adanya mobil, banyak urusan jadi lebih mudah dan lebih lancar, tidak terpengaruh cuaca. Selain itu, beda aja rasanya kita datang ketemu klien dengan mobil dibanding pake motor atau bahkan grab. Apalagi jika datang ketemu calon agen, bawa mobil sendiri akan lebih meyakinkan.

Di luar itu, meski tidak sering, sesekali saya juga bawa keluarga pergi ke mall, ke kolam renang, ke tempat rekreasi, atau sekadar makan di luar, yang semua itu jadi lebih mudah, lebih murah, dan lebih nyaman dengan mobil sendiri dibanding sewa.

Lalu untuk urusan mengantar anak sekolah, sehari-hari saya pake motor, tapi jika hari hujan, mau tak mau harus pake mobil.

Selain itu, di mobil sendiri, kita bisa menyimpan barang-barang pribadi seperti sepatu dan payung, hal yang tidak mungkin jika kita nyewa grab atau gocar. Di mobil sendiri, anak-anak bisa ngemil makanan tanpa harus khawatir remah-remahnya tercecer di lantai, beda kalau nyewa.

Banyak lagi kelebihan yang kami rasakan dengan adanya mobil. Intinya, mobil itu barang yang sangat berguna dan powerful. Dan menurut saya, semua itu sepadan dengan tambahan biaya yang harus kami bayar (bunga, bensin, perawatan, pajak). Tak masalah mobil saya kini harganya tinggal 100 juta, toh tak ada rencana dijual.

Bagi anda yang memimpikan punya mobil, tentunya lebih baik jika mampu membelinya secara tunai. Tapi jika belum mampu, mencicil tak masalah yang penting hitungannya masuk. Mengenai biaya operasional dan perawatan, tentunya harus masuk hitungan juga, tapi anda bisa membandingkannya dengan biaya yang harus anda keluarkan seandainya tanpa mobil.

Jika masalahnya takut riba, anda bisa memilih pembiayaan syariah yang menggunakan akad murahabah (jual-beli). Meski secara biaya sama saja, bahkan cicilannya bisa lebih mahal, setidaknya pembiayaan syariah sudah ada yang menjamin kehalalannya, yaitu para ulama. []

Leave a Reply