Di sini gue pengen bahas tentang konsep uang adalah kaca pembesar.

Mungkin kalian pernah dengar orang ngomong, orang yang punya uang banyak itu biasanya jadi jahat. Itu adalah miskonsepsi.

Atau mungkin kalian ngomong ke teman kalian, “Eh kalian tahu gak sih si Budi itu jadi jahat sejak dia punya duit.”

Atau “Eh si Joko itu jadi belagu mentang-mentang banyak duit.”

Ini menurut gue adalah pernyataan atau kalimat yang sangat keliru. Karena menurut gue pribadi, uang itu gak bisa mengubah seseorang. Uang hanya menunjukkan sifat aslinya, karena uang itu merupakan kaca pembesar.

Kalau memang dasarnya orang itu baik, punya banyak uang akan bikin dia bisa melakukan kebaikan yang lebih banyak lagi.

Sedangkan kalau dasar dari hati orang itu jahat, uang akan membikin dia 10 kali lebih jahat.

Ini adalah perangkap dari orang miskin, yaitu punya persepsi bahwa uang itu akar dari segala kejahatan. Uang itu jahat dan orang yang punya uang itu jahat.

Kalau kalian ngomong gitu tentang uang, justru uang gak akan pernah datang ke hidup kalian.

Menurut gua, ketidakpunyaan uang justru adalah akar permasalahan itu sendiri. Kenapa orang bisa jadi begal, karena gak punya uang. Kenapa orang melakukan tindak kriminal, karena gak punya uang.

Apakah ada orang yang punya banyak uang lalu jahat? Banyak. Tapi apakah ada orang punya banyak uang lalu melakukan kebaikan? Juga banyak.

Uang itu tidak pernah bisa mengubah yang namanya sifat manusia, karena uang itu pada dasarnya adalah benda mati, benda mati yang merupakan penampungan suatu energi, yaitu waktu manusia dan juga keringat & darah.

Dengan uang justru manusia ibaratnya akan berevolusi untuk menunjukkan jati dirinya dan sifat asli dari dalam hati kecilnya.

Karena gue bilang tadi di awal, uang itu merupakan kaca pembesar. Kalian bayangin tadi ya, bahwa uang itu adalah benda mati, penampungan dari energi manusia, penampungan dari keringat dan darah manusia, dan penampungan dari waktu manusia. Misalnya kita bayar ojek, dia yang nganterin makanan, kalian bayar 50 ribu.

Nah kalian pikir seperti ini, semakin banyak uang yang kalian miliki, kalian bisa melepas yang namanya topeng. Karena gue tahu banget ya, orang-orang yang gak punya kapasitas untuk punya uang banyak, mereka harus pake topeng. Maksudnya apa? Mereka misalnya punya bos yang mereka gak suka, tapi mereka harus pura-pura baik di depan bosnya. Mereka harus bermain yang namanya sandiwara di kehidupan aslinya.

Semakin banyak uang kalian semakin bebaslah hidup kalian. Kalian gak perlu fake, gak perlu ngejilat orang, gak perlu pake topeng maupun sandiwara.

Contoh hidup gue seperti sekarang, gue gak punya bos, gue gak punya investor, gue ngomong apa yang gue mau. Kalau misalnya ada cawapres suruh gue ketemu untuk promosiin mereka dan gue gak mau, gue bilang ya gue gak mau.

Karena gue udah memiliki uang yang cukup, gue bisa menolak hal-hal tertentu. Contohnya kalau kalian melihat video youtube ada endorse, itu videonya pasti bersandiwara. Itu pasti orang yang bikin videonya pake topeng. Kenapa? Karena itu pasti direvisi. Jadi orang kalau misalnya diendorse sama suatu brand, dia bikin video pertama kali dikasih briefnya, apa yang kamu boleh omongin tentang brandnya dan apa yang tidak boleh. Gak bisa ngomong bebas gini seperti gua. Mereka harus bersandiwara di depan topengnya, di depan kamera.

Itulah salah satu alasan mengapa kalian tidak akan pernah melihat gue ngasih saran pake aplikasi ini atau itu di dalam video gua, karena gue gak mau diatur-atur. Dan menurut gue uang 20 atau 30 juta per video itu hanyalah uang receh. Gue gak butuh uangnya.

Kalau brand mau, kasih ke orang lain aja yang mau bersandiwara di depan kamera. Mereka akan coba keluarkan kata-kata sandiwara seperti “O ini memang brandnya saya suka, dll”, tapi itu brief-nya dari brand-brand tsb.

Seperti gue bilang tadi, uang itu adalah kaca pembesar dari sifat asli manusia. Kalau dia baik, dia akan semakin baik. Kalau dia jahat, dia akan semakin jahat.

Contohnya ya, orang yang biasa berbuat baik, biasanya bagi beras ke satu orang, dengan punya uang dia bisa bagi ke satu kampung, dia bisa bagi ke seribu orang, dua ribu orang, tiga ribu orang.

Tapi sebaliknya, kalau orang itu aslinya jahat, bahkan dia biasanya berpura-pura baik. Jadi mungkin waktu dia gak punya uang, dia pakai topeng dan dia bersandiwara, senyum di depan orang karena dia butuh melakukan hal itu. Setelah dia punya uang, dia gak perlu bersandiwara lagi akhirnya dia jadi jahat.

Yang tadinya dia benci orang di sosmed, misalnya, dia akan hate comment pake akun fake gitu, bangsat ini orang, nah itu kan karena dia gak punya uang. Di depan teman-temannya senyum tapi di belakangnya suka ngata-ngatain pake fake account.

Tapi let say dengan keajaiban dia jadi orang kaya, jadi orang hebat, punya kuasa. Yang tadinya cuma hate comment di instagram, bisa berubah jadi kirim-kirim orang, siram mukanya pake air keras, punya kuasa untuk bikin laporan polisi masukin orang ke bui. Dia pake pasal-pasal karet masukin orang. Di dalam dia bisa pesenin macem-macem.

Nah kalau dasarnya memang jahat dia akan jadi semakin jahat dengan uang yang dia punya.

Pertanyaannya, gimana caranya kalian bisa mendapatkan uang. Kalian mau baik atau jahat terserah, tapi kalau kalian mau mendapatkan uang, kalian harus punya rencana yang konkret.

Kalau kalian nonton video-video seperti ini tapi kalian cuma mimpi di otak kalian, kalian tak akan pernah nyampe ke tujuan yang kalian mau. Kalau kerjaan kalian hanya nonton video dan bermimpi, udah lupain aja kalian bakal jadi gembel seumur hidup.

Gue jualan dari minyak rambut sejak SMP, jual properti pas SMA, mulai agency kecil-kecilan juga pas SMA, sampai sekarang di umur 23 tahun gue punya 2 McLaren, itu prosesnya gak overnight. Itu prosesnya panjang, hampir 10 tahun. Tapi dalam 10 tahun itu gue punya rencana konkret yang sangat jelas. Nah itu adalah kekuatan dari rencana. Kalau kalian punya rencana konkret, gue mau lakukan ini, gue mau fokus di industri ini, lalu gue mau ngapain, pikirannya panjang, long term, satu dua tahun ke depan seperti apa, lima tahun seperti apa.

Orang itu banyak yang over estimate apa yang bisa mereka lakukan dalam satu tahun ke depan, tapi mereka meremehkan apa yang bisa mereka lakukan dalam waktu yang panjang dengan konsisten dan fokus.

Buat kalian yang merasa masa lalu kalian sampah, tenang aja, karena masa depan kalian sama sekali gak dipengaruhi apa yang kalian lakukan di masa lalu. Justru dari pengalaman-pengalaman gue ditolak jualan sedotan, jualan pomade tidur sampai pusing kepala gue karena kamar gue bau minyak rambut, itu justru jadi cerita-cerita yang menyenangkan di saat gue seperti sekarang.

Contoh waktu sekolah guru gue selalu ngomong, Timothy kamu mau jadi apa kamu tidur terus. Cuma mereka gak tahu apa yang gue lakukan. Gue cape pulang sekolah, habis latihan basket gue mesti nganter ke JNE naik sepeda.

Dulu bahkan keluarga gue sendiri, nyokap gue tepatnya, ragu sama gua. Ini orang ke depannya bakal jadi apa ya kalau kerjaannya cuma kabur-kabur seperti ini.

Dulu sempat dihina karena sedotan, dihina juga sama cewek karena mobilnya jelek, dari sini gue pengen bilang jangan sibuk mikirin masa lalu tapi pikirin masa depan.

Masa lalu itu udah gak bisa diubah, tapi apa yang mau kita ubah sekarang kalau hidupnya udah kayak sampah bagaimana cara kita ubah hidup sampah ini, cara plan konkretnya seperti apa. Tapi gue pengen kalian semua tuh justru bersyukur kalau kalian dalam kondisi yang hidupnya seperti sampah, karena justru di sini kalian bisa melihat teman-teman asli kalian itu siapa.

Karena di saat kalian punya banyak uang itu gampang sekali untuk mencari yang namanya teman. Semua orang bakal mau berteman sama kalian kalau kalian punya banyak duit. Cuma justru di saat kalian susah ini adalah filtrasi aslinya, siapa teman-teman kalian yang bisa kalian bawa ketika kalian sukses.

Di sini gue mau kasih tahu kalian satu lagi tentang uang, kalian jangan iri terhadap orang yang punya uang. Banyak kan ini penyakit orang miskin. O ini sombong banget lihat aja nanti dia jatuh. O ini begaya di depan mobil, lihat aja tahun depan kalau dia miskin seperti apa. Kalian suka iri, suka sumpah-sumpahin orang seperti itu, itu yang bikin uang itu lari dari kalian. Kalian merasa hidup ini gak adil, tapi kalian gak tahu apa yang mereka lakukan sampai bisa di posisi mereka.

Karena bikin uang itu gak ada yang gampang.

Ada yang bilang, o ini uangnya uang haram nih, jualan skincare ini cuci duit. Gak semuanya orang jualan skin care itu cuci duit, memang ada tapi gak semuanya.

Trus kalau misalnya memang dia cuci duit, pertanyaannya, emang kalian bisa? Kalian juga gak tahu caranya.

Kalian bilang o ini bisnisnya haram, ini bisnisnya halal. Mau bisnis haram atau bisnis halal, kalian juga gak bisa kerjain, gak ngerti caranya. Sama-sama susah itu dua-duanya.

Orang yang gak suka lihat orang kaya itu biasanya orang miskin. Orang yang gak suka lihat keluarga orang bahagia itu biasanya orang yang hidup keluarganya gak bahagia. Orang yang gak suka lihat orang pacaran itu biasanya gak pernah dapat cewek seumur hidupnya. Jadi mereka iri. Dalam hati kecil mereka bilang, ini ngapain sih dia begini, kok dia punya mobil begini, kok sama cewek dia jalan-jalan gini, karena itu selalu kebalikan. Reverse psychology. Itu cermin asli hati kalian. Busuk hatinya.

Contoh, orang gak suka lihat orang lain pake McLaren, o sombong dia, ngapain sih sampe beli dua. Biasanya dia naiknya LCGC, atau bahkan gak punya mobil.

Dunia itu lucu. Setiap kalian makin ngomong seperti itu, dunia itu mendengar, dan mereka kasih apa yang kalian deserve untuk dikasih.

Jadi kalian jangan mikir bahwa oh si dia itu bisa jadi sombong karena uang, si dia jadi jahat karena uang, nggak. Itu cuma kaca pembesar sifat aslinya, dia cuma buka topengnya.

Nah pertanyaan gua, apakah kalian mau melakukan hal itu, hidup bebas, hidup tanpa sandiwara, hidup tanpa topeng, dengan mengumpulkan uang sebanyak-banyaknya. Terserah.

Gue gak bilang semua yang nonton ini baik ya. Kalau kalian yang nonton ini memang jahat ya terserah kalian. Tapi untuk kalian yang baik, kalian akan bisa berbuat baik 10x, 100x, 1000x.

Kadang orang bilang, yang penting sumbangan itu dari hatinya bukan dari nominalnya. Itu menurut gue hal paling bulshit di dunia ini, tidak pragmatis dan tidak realistis. Karena yang pasti, kalau kalian sumbang 1 karung beras sama sumbang 1000, dampak asli di masyarakat itu berbeda. Mau kalian bilang feel good untuk hati kalian. Bukan berarti jangan menyumbang dalam jumlah kecil. Maksud gue itu gpp dilakukan, tapi dampak aslinya, net positif di dunia ini jauh lebih besar kalau kalian punya uang lebih banyak.

Di sini gue ngasih saran ke kalian, kalian lihat kan percepatan hidup gua, kalian bisa lihat video youtube gue yang dulu, itu karena gue punya rencana yang konkret untuk sampai di sini.

Yang pertama, kalian harus punya rencana yang konkret. Kalian lihat percepatan hidup gue seperti apa, dalam sepuluh tahun itu sudah sampai mana. Rencana yang konkret, perencaan yang lama (long term), kalian fokus dan komitmen untuk follow thru di rencana ini, jangan cuma ngomong doang ke diri kalian sendiri. Jangan bohongi diri kalian sendiri.

Kedua, kalian tahu konsep uang itu adalah kaca pembesar, uang itu gak bisa mengubah sifat asli manusia, karena sifat manusia itu tidak bisa diubah.

Dan yang ketiga, kalian pelajari gamenya secara dalam, bagaimana cara akumulasinya, bagaimana cara menyimpannya, yang gue udah banyak bahas di video-video yang lain. Fokus ke tiga hal ini dan gue yakin hidup lu akan berubah.

[Disalin dari video Timothy Ronald, seorang youtuber dan pebisnis muda].

Leave a Reply