stadion san siro

Waktu masih muda, aku pernah membayangkan punya pekerjaan yang tanpa atasan, tidak perlu bawahan, dan tidak usah ngantor. Dan beginilah aku sekarang, jadi agen asuransi, sudah 11 tahun, dan tampaknya masih akan kujalani sampai bertahun-tahun mendatang, dan mungkin hingga seumur hidup.

Apakah pekerjaan ini sesuai dengan bayanganku?

Sebenarnya waktu itu yang terbayang di pikiranku adalah menjadi penulis novel. Pekerjaanku setiap hari hanya menulis di rumah, dan sesekali keluar atau bahkan keliling dunia untuk mencari inspirasi atau mengumpulkan bahan novel. Tapi ternyata aku kurang gigih untuk mencapai impian itu. Dan ada perasaan minder ketika membaca novel-novel yang bagus: sepertinya aku tidak mampu membuat yang serupa ini. Butuh pengetahuan atau pengalaman yang banyak. Dan bahkan para novelis itu pun tidak setiap saat mampu membuat novel yang bagus.

Tapi pekerjaanku yang sekarang ini pun secara umum sesuai dengan gambaran awalku. Di sini aku tidak punya atasan yang bisa menyuruhku apa saja atau aku harus melapor padanya. Memang ada upline atau leader, tapi aku tak punya kewajiban apa pun kepadanya.

Di sini pun aku tak punya bawahan. Aku kerja sendiri. Memang ada beberapa downline, tapi mereka bukan bawahanku. Aku tidak menggaji mereka, malah mereka yang “menggajiku” jika mereka berproduksi. Tapi sayangnya jumlah mereka terus menurun dan ada kemungkinan akan habis.

Tapi mungkin ada kaitan dengan aku mengatakan tidak perlu punya bawahan, di bisnis ini aku gagal dalam membangun jaringan. Pernah kelihatannya jaringanku akan berkembang di lima tahun pertama jadi agen asuransi, tapi selanjutnya satu per satu tumbang dan sekarang aku fokus kerja sendiri.

Di bisnis ini ada kantor, tapi aku tidak ngantor. Tidak tiap hari, tidak juga tiap minggu. Bahkan dalam sebulan belum tentu satu kali aku pergi ke kantor. Sehari-hari aku di rumah saja, dan sesekali keluar jika ada janji temu dengan klien.

Dan mungkin kegagalanku membangun jaringan ada kaitan dengan tidak usah ngantor. Karena kalau kita ingin jadi agen asuransi yang grupnya berkembang, mau tak mau kita harus sering ngantor, harus rajin ikut pertemuan, bahkan harus rutin mengadakan pertemuan ketika downline sudah banyak. Aku keberatan dengan semua itu, jadi aku menerima diriku sebagai agen asuransi yang bekerja sendiri.

Lalu bagaimana dengan hasilnya?

Sayangnya waktu membuat impian itu aku tidak menyebutkan hasil yang ingin kuperoleh. Tapi lumayanlah, bisa untuk hidup. Dan aku masih terus berjuang. Selalu terbuka peluang untuk bertumbuh.

Dalam menjalankan pekerjaan ini, sejak awal aku membuat blog dengan alamat myallisya.com. Fokus menjual produk asuransi syariah dari Allianz. Setiap hari yang kukerjakan adalah membuat konten berupa artikel untuk blog ini. Jadi meski aku gagal sebagai novelis, aku tetap menulis. Hampir semua nasabahku berasal dari blog.

Pada tahun 2020 aku membuat kanal youtube dengan namaku sendiri (Asep Sopyan) dengan konten tentang asuransi. Ada juga sejumlah nasabah yang kuperoleh dari youtube. Kanal ini telah monet pada akhir 2020.

Tahun 2021 aku membuat lagi blog dengan alamat asuransibiru.com, dengan tujuan menjual produk asuransi Allianz secara keseluruhan, baik syariah maupun konvensional, baik asuransi jiwa maupun asuransi umum. Blog myallisya pelan-pelan kutinggalkan dan bulan April 2023 akan habis masa berlakunya.

Lalu di awal tahun 2022 aku membuat satu blog lagi khusus menjual asuransi perjalanan dari Allianz dengan alamat asuransiperjalanan.online. Pandemi telah hampir berakhir, dan orang-orang mulai kembali jalan-jalan. Dengan blog khusus ini mudah-mudahan banyak yang membeli asuransi perjalanan.

Begitulah mengenai pekerjaanku.

Selain itu, ketika membayangkan kerja tanpa atasan, bawahan, dan kantor, aku juga pernah berharap bisa jadi penyanyi atau minimal pencipta lagu. Sejak muda aku sering mengarang lagu, karya-karyaku ada 20 lebih. Tapi karena satu dan lain hal, aku kurang memperjuangkan impian yang satu ini.

Barulah setelah stabil sebagai agen asuransi, pada tahun 2016 aku mulai merekam lagu-laguku di studio. Hasilnya bisa didengarkan di Soundcloud, sebagian di kanal youtube Asso Channel, dan ada juga yang dikirim ke Spotify, Joox, dan Langit Musik. Tapi semua ini masih merupakan koleksi pribadi, tidak atau belum menghasilkan secara keuangan. [Asso]

Leave a Reply