puisi asso
A

Penuhgalau
Kucoret nama B dst sampai Z dari lembarhatiku
Kugarisbawahi nama A

Penuhrisau
Kuambil kembali semua rasaku yang berserak tertinggal di B dst sampai Z
Kusatukan kuikat lalu kuserahkan pada A

Penuhresah
Jelasku pada B dst sampai Z: aku harus memilih
Dan aku memilih A

Penuhcemas penuhgelisah kutunggu
A menerimaku

Jangan bodoh, kata A tersenyum. 
Bagaimana kalau Kutakacuhkan seikatrasamu 
Kudiamkan menunggu di pintupagarku 
Kubiarkan dihangus terikmatahari dicerai deraihujan?
lalu kamu tak punya rasa lagi ?

Aku termangu
Penuhruku penuhsujud penuhrintih penuhharap kumohon
Terimalah rasaku

A renyah tertawa
Masuklah dan jangan ragu
Sebut Aku PenuhKasih PenuhSayang PenuhCinta

Ciputat, April 2001

Leave a Reply