(Tulisan ini merupakan tambahan dan perbaikan dari tulisan sebelumnya, di SINI.)

Sekitar pertengahan September 2021, saya ditawari seorang teman untuk join Net89. Di beranda medsos saya juga ada orang yang sering posting soal Net89. Ini adalah sebuah bisnis MLM dengan produk robot trading forex dan sekaligus berinvestasi melalui robot tsb. Konon banyak orang kaya bergabung di bisnis ini.

Setelah saya melihat beberapa materi yang dikirimkan member tsb, saya tidak tertarik untuk bergabung.

Lihat gambar di bawah ini:

Alasan pertama, harga robot terlalu mahal dan anehnya tergantung pada deposit

Seperti terlihat pada gambar, harga robot paket Starter 1 adalah 100 dollar atau 1,5 juta, dan depositnya 500 dollar atau 7,5 juta. Total setor 9 juta. Tapi jika anda ambil paket yang lebih tinggi, maka harga robotnya ikut naik. Misalnya paket Protrader 1, harga robot 1000 dollar atau 15 juta, dan deposit 5000 dollar atau 75 juta, total setor 90 juta. Ada rasio 1:5 atau 20% antara harga robot dengan deposit. Bahkan pada paket tertinggi, Supreme 3, harga robot 30 ribu dollar atau 450 juta untuk deposit 150 ribu dollar (2,25 miliar).

Jadi, tidak masuk akal kalau yang disebut harga robot itu benar-benar untuk membayar robot, misalnya biaya untuk membuat robot tsb dan teknis operasionalnya. Biaya tersebut mestinya bersifat tetap, tapi di sini tergantung deposit.

Alasan kedua, selisih kurs terlalu besar.

Seperti terlihat pada gambar, kurs deposit atau harga beli dipatok 15 ribu, dan kurs withdraw atau harga jual dipatok 13 ribu (per 1 USD). Jadi terdapat selisih kurs sebesar 2 ribu atau sekitar 13%. Ini sangat terlalu besar sekali dan tidak masuk akal. Jelas perusahaan ambil untung sangat banyak hanya dari selisih kurs saja. Padahal perbedaan nilai tukar mata uang yang wajar itu hanya 1%.

Jadi, diragukan juga bahwa itu benar-benar selisih kurs.

Dua hal di atas (harga robot 20% dan selisih kurs 13%) adalah biaya yang mesti anda perhitungkan jika hendak bergabung. Gabungan keduanya sama dengan 33,3% dari deposit, atau 27,8% dari total dana yang disetor.

Sebagai contoh, jika anda bergabung di paket Starter 2, anda akan setor 18 juta, di mana 3 juta untuk harga robot dan 15 juta untuk deposit.

Uang robot 3 juta jelas hangus, sedangkan dari deposit 15 juta ada dana 2 juta yang hangus karena selisih kurs. Jika pada saat itu anda tarik dana, maka yang bisa ditarik adalah 13 juta, alias hilang 5 juta.

Sebagai imbalan dari uang hilang tsb, anda dijanjikan untuk mendapatkan untung dari trading forex yang dilakukan oleh Net89 dengan robotnya. Targetnya adalah 1% per hari, atau sekitar 20% per bulan (sesuai hari kerja).

Lalu keuntungan yang diperoleh masih harus dibagi dengan perusahaan sesuai paket robot yang diambil. Misalnya untuk paket Starter, bagi hasilnya 50% untuk investor dan 50% untuk Net89. Makin tinggi paket, makin tinggi pula porsi bagi hasil investor.

Urusan bagi hasil ini juga aneh sekali, sudah mahal-mahal beli robot tapi masih kena bagi hasil. Sebagai perbandingan dalam investasi reksadana, ada biaya pengelolaan investasi misalnya 2% per tahun, tapi seluruh hasil investasi menjadi milik investor. Atau jika ada investasi yang mengenakan bagi hasil, maka biaya pengelolaan ditanggung sepenuhnya oleh pengelola investasi. Jadi, antara biaya pengelolaan dan bagi hasil ini dua sistem yang jarang sekali ada dalam satu paket investasi.

Kembali ke bagi hasil Net89, sebagai contoh untuk paket Starter, jika anda sebagai investor ingin balik modal, maka robot anda harus memberikan keuntungan sekitar 66%, dimana 33% untuk anda dan 33% untuk perusahaan.

Jika rata-rata profit dari robot sesuai target 20% per bulan, maka balik modal akan dicapai dalam waktu 6-7 bulan. Tapi jika rata-rata profitnya 10%, maka balik modal baru akan dicapai dalam waktu 12-14 bulan. Ini belum bicara untung.

Jika kita bandingkan dengan instrumen investasi lain yang lazim, seperti reksadana dan deposito, maka tidak ada istilah nunggu balik modal karena sejak awal sudah balik modal, atau kena biaya pun sedikit sekali, jadi sejak bulan pertama sudah bisa mengharap untung.

Jadi, kehilangan 33% dana dengan iming-iming mendapat profit 1% per hari, bagi saya tidak menarik. Hilang dana sudah pasti, profitnya belum tentu.

Alasan ketiga, iming-iming profit terlalu besar

Memang, profit 1% per hari, 20% per bulan, atau 10% per bulan itu imbalan yang sangat besar, jauh lebih besar dari instrumen investasi yang lazim dikenal (deposito, obligasi, saham, reksadana). Tapi sekaligus karena terlalu besar, maka dia jadi mencurigakan. Apalagi ketika dikatakan profitnya konsisten, selalu untung sejak awal Net89 didirikan. Wah, mana ada investasi atau bisnis yang selalu untung dengan hasil yang sangat besar?

Lihat gambar berikut:

Di situ dikatakan, rasio kemenangan 85%. Belum pernah gagal mencetak profit di akhir bulan. Sangat luar biasa. Sepertinya hanya level dewa yang bisa begitu, jika betul dewa itu ada.

Investasi yang selalu untung itu setahu saya hasilnya hanya di kisaran 5% saja per tahun (per tahun, bukan per bulan), yaitu deposito. Di atas deposito ada obligasi dengan hasil sekitar 9% per tahun, tapi ini pun ada risiko gagal bayar, dan dana obligasi tidak dijamin oleh pemerintah. Di atas obligasi, tidak ada yang bisa menjamin selalu untung.

Maka jika ada trading forex yang mengklaim konsisten untung dalam empat tahun terakhir, patut diduga ada apa-apanya. Investasi saham saja sering dianggap high risk, maka forex ini jauh lebih tinggi lagi risikonya. Tidak masuk akal kalau setiap bulan selalu untung.

Demikian 3 alasan kenapa saya tidak tertarik dengan Net89. Dan ada satu alasan lagi.

Alasan keempat, merekrut member sama dengan membuat mereka mengalami kerugian yang sama.

Sebagai tambahan, Net89 ini adalah bisnis MLM (Multi-Level Marketing). Seorang member dapat menjadi member pasif dengan cara membeli robot plus deposit saja dan menunggu profitnya setiap hari, dapat juga menjadi member aktif dengan cara mengajak orang untuk menjadi member Net89.

Seperti telah disampaikan, jika hanya mengandalkan hasil kinerja robot, butuh waktu beberapa bulan hingga lebih dari setahun untuk balik modal, tergantung paket yang diambil, dan setelah itu barulah berharap untung. Tapi cara pasif seperti ini terlalu lama, dan hasilnya pun tak seberapa.

Agar mendapat untung dengan cepat dan besar, maka member Net89 harus memakai cara kedua, yaitu aktif merekrut member. Saat seseorang menjadi member, dia kehilangan uang 33%. Nah, saat dia merekrut member, dia pun membuat member di bawahnya itu kehilangan uangnya 33%. Kerugian member di bawah menjadi keuntungan bagi perekrut dan para leader di atasnya, dan tentunya bagi perusahaan.

Member yang berhasil merekrut akan mendapatkan komisi atau bonus dari harga robot, selisih kurs, dan bagi hasil. Para leader di atasnya pun mendapat bagian sesuai levelnya. Sistem ini berlaku hingga kedalaman 15 generasi. Wow.

Jadi jelas terlihat bahwa sebenarnya keuntungan utama dari bisnis MLM Net89 bukanlah dari trading forex, tapi dari penjualan robot forex dan deposit yang menyertainya.

Sistem seperti ini mensyaratkan kinerja robot yang selalu untung dan untungnya harus cukup besar agar dapat mengompensasi kerugian 33%, dan terutama agar ada orang yang selalu tertarik untuk jadi member. Jika kinerja robot yang selalu untung besar tiap bulan itu dihasilkan dari trading yang real, bisnis ini mungkin akan bertahan lama. Tapi jika tradingnya tidak real, cepat atau lambat bisnis ini akan bubar.

Dan jangan lupa ada ketentuan dari otoritas yang harus dipenuhi, dalam hal ini mengenai izin penjualan robot trading dan pengumpulan dana masyarakat. Jika ini tidak dipenuhi, meskipun tradingnya real, bisnis ini sangat berisiko dihentikan karena pelarangan. []

Saya juga telah mengulas Net89 di kanal youtube saya, Asep Sopyan Network.

Leave a Reply