Samsung Galaxy A52s 5G, HP yang Paling Cocok untuk Content Creator

Akhirnya jadi juga beli HP impian: Samsung Galaxy A52s 5G. Harga 5,999 juta di toko resmi Samsung di Tokopedia. Tentang HP ini, aku pernah menuliskannya di blog ini, bulan Maret lalu.

Samsung N356

Ini adalah HP Samsung ketiga yang pernah kubeli dalam hidupku. Sebelumnya pada tahun 2021 aku beli Galaxy A22 4G untuk keponakan. Dan jauh sebelumnya lagi, mungkin sekitar tahun 2004 atau 2005 waktu masih kuliah, aku pakai N356, HP warna hitam ukuran tipis kecil yang waktu itu dibundel dengan operator Fren.

HP Galaxy Samsung A52s kuharapkan menjadi peningkatan dari HP-ku sebelumnya, Xiaomi Redmi Note 9 Pro, yang sudah (atau baru) kupakai selama 1 tahun 4 bulan.

Xiaomi Redmi Note 9 Pro

Sebetulnya tidak urgen sih beli HP baru, karena Renot 9 Pro masih berfungsi secara normal dan secara garis besar dapat memenuhi kebutuhanku. Tapi aku sudah sejak lama tertarik dengan HP yang ditahbiskan oleh banyak pengamat sebagai HP midrange terbaik tahun 2021 ini, ditambah stoknya sudah menipis karena seri yang lebih baru sudah muncul. A52s diluncurkan di Indonesia bulan September 2021, lalu A53 muncul bulan April 2022. Kalau ditunda lagi, khawatirnya hanya kebagian second.

Selain itu ada dua hal lagi. Istriku ingin HP-nya tidak dipakai oleh anak-anak, dan anak-anak ingin jadi youtuber juga. Maka jadilah aku beli HP impian ini, sementara HP Xiaomi kupinjamkan ke anak-anak untuk mereka bermain dan berkreasi.

Alasan Memilih A52s

Kenapa pilihanku jatuh pada Samsung A52s 5G?

Karena menurutku, inilah HP yang paling cocok untuk content creator yang mengandalkan HP sebagai alat utama untuk membuat video dan mengedit video, sekaligus sebagai sebagai alat komunikasi sehari-hari, informasi, hiburan, dan lain-lain.

Bagi pembuat konten yang memakai kamera profesional untuk membuat video, dan mengeditnya pun pakai komputer, tentunya punya keleluasaan dalam memilih HP. Tapi seorang pembuat konten yang nyaris sepenuhnya mengandalkan HP untuk membuat dan mengedit video, sebaiknya mempunyai HP dengan spesifikasi sbb:

  1. Kamera yang bagus
  2. Prosesor yang kuat
  3. Kapasitas memori internal yang besar
  4. Ada slot micro-SD (memori eksternal)
  5. Ada jack audio
  6. Speaker stereo dan dobel.

Kamera yang bagus tentu saja sangat penting bagi content creator. Tapi untuk mengetahui apakah sebuah HP punya kualitas kamera yang bagus atau tidak, tidak mudah jika belum mencobanya. Cara yang paling mungkin adalah melihat review orang lain. Dan menurut para reviewer di youtube, antara lain Gadgetin dan Jagat Review, A52s memiliki kualitas kamera yang bagus, termasuk yang terbaik di kelasnya. Kamera A52s dilengkapi OIS (Optical Image Stabilizer), fitur yang jarang ada di HP kelas menengah.

Sementara itu, prosesor yang kuat diperlukan untuk mengedit video agar saat rendering bisa lebih cepat. Cara mengetahuinya lebih mudah, lihat saja prosesor yang digunakan. Samsung A52s menggunakan prosesor Snapdragon 778G, prosesor terkuat di seri 7. Di kelas harganya, ini memang bukan prosesor tercepat, karena banyak merek lain menggunakan Snapdragon seri 8 atau Mediatek kelas flagship. Tapi dibanding HP yang saya pakai sebelumnya, Renot 9 Pro yang menggunakan SD 720G, SD 778G punya kecepatan hampir dua kali lipat ditinjau dari skor Antutu.

Lalu kapasitas memori. Masalah umum para pembuat konten adalah kecepatan merekam video tak sebanding dengan kecepatan mengedit. Jadilah banyak video mentah menumpuk di memori, tapi butuh waktu untuk bisa mengolahnya menjadi video yang siap tayang di youtube atau platform lain. Sementara itu ada banyak lagi peristiwa lain yang juga sayang kalau dilewatkan untuk direkam.

Oleh karena itu, seorang content creator (yang mengandalkan HP sebagai alat utama) harus pintar-pintar mengatur memori HP-nya agar selalu tersedia ruang untuk video baru. Tapi kalau memori HP-nya sedikit, sudah tentu ini akan jadi hal yang tidak mudah. Kapasitas 128 GB mungkin terasa besar bagi yang bukan content creator, tapi tak berapa lama akan segera penuh bagi content creator.

Samsung A52s dibekali memori internal 256 GB, dua kali lipat dari memori internal Renot 9 Pro. Jika ini kurang, masih ada slot micro-SD untuk menambah memori eksternal hingga 1 TB. Jadi, cukup aman untuk pemakaian jangka panjang. Memang slotnya bersifat hibrid (salah satu antara SIM card atau micro-SD card), tapi lebih baik daripada tidak ada.

Selain itu, pentingnya slot micro-SD sebetulnya bukan hanya soal menambah kapasitas, tapi juga merupakan alat transfer data. Perangkat lain seperti kamera dan drone pada umumnya menggunakan micro-SD card. Terkadang saya menggunakan kamera (action cam) untuk mengambil video perjalanan, dan cara memindahkan datanya ke HP ialah dengan micro-SD card. Teman gowes saya pakai drone untuk merekam kami semua dari udara, dan saya tinggal ambil kartu memorinya untuk dimasukkan ke HP saya. Kalau HP saya tidak ada slot memori eksternal, urusan memindahkan data akan lebih merepotkan.

Selanjutnya jack audio. Banyak HP generasi baru menghilangkan jack audio 3,5 mm. Apakah fitur ini sangat penting? Sebetulnya ketiadaan jack audio bisa disiasati dengan tambahan konverter, tapi jadinya kurang nyaman. Bisa juga menggunakan alat yang terhubung dengan bluetooth. Tapi saya pribadi punya beberapa mik dan earphone yang akan tidak terpakai (kecuali pake konverter) jika HP saya tidak punya fitur ini. Jadi, bagi saya fitur jack audio itu sangat penting.

Kriteria terakhir soal speaker. Speaker stereo tentunya lebih bagus daripada mono, dan dual stereo speaker tentunya lebih nyaman lagi. Sedikit masalah pada HP Renot 9 Pro, yang speakernya sudah stereo tapi cuma satu di bagian bawah, kadang lubang speaker tertutup tangan saat mengedit sehingga suara jadi mengecil. Dengan dual stereo speaker pada A52s, insya Allah masalah tsb akan teratasi.

Itulah menurut saya beberapa kriteria penting bagi HP yang digunakan sebagai alat utama untuk membuat dan mengedit video.

Selain itu, Samsung A52s juga memiliki beberapa fitur unggulan lainnya, antara lain:

  • Jaringan 5G. Aman untuk pemakaian jangka panjang. HP saya sebelumnya masih 4G.
  • Layar Super Amoled dengan refresh rate 120 Hz. Konon lebih bagus daripada layar IPS di Renot 9 Pro.

    Always on display di A52s

  • Always on display. Berguna untuk melihat notifikasi dan jam tanpa harus membuka kunci layar.
  • Rating IP67, yang membuatnya tahan debu dan boleh tercelup ke air sedalam 1 meter hingga 30 menit
  • Ukuran layar 6,5 inci, sedikit lebih kecil daripada Renot 9 Pro yang 6,67 inci, dan juga lebih ringan (189 gram banding 209 gram). Semoga lebih enak di genggaman.
  • Ada NFC, seperti halnya HP-ku sebelumnya. Sekarang ini sudah jadi fitur standar di HP midrange. Fitur ini membuatku tidak perlu lagi isi e-money di ATM atau di minimarket, sangat berguna kalau kehabisan saldo di jalan tol.

Selengkapnya spesifikasi Samsung Galaxy A52s 5G bisa dilihat di GSM Arena.

Perbandingan dengan Sejumlah HP Merek Lain

Sebelum memutuskan membeli HP ini, aku sudah mempertimbangkan banyak merek dan tipe HP, tapi selalu saja ada kriteria yang kurang. Antara lain:

  • Poco X3 Pro. Harga 3 jutaan, Snapdragon 860 (dari segi mesin lebih kencang), tapi belum 5G, dan fitur-fitur lainnya secara umum masih di bawah A52s.
  • Poco X3 GT. Harga 4 jutaan, Dimensity 1100 (mesin lebih kencang), tapi tidak ada slot memori eksternal dan jack audio.
  • Poco F3. Harga 5 jutaan, Snapdragon 870 (mesin jauh lebih kencang), tapi tidak ada slot memori eksternal dan jack audio.
  • Xiaomi Mi 10T Pro. Harga 5 jutaan, Snapdragon 865 (mantan flagship), tapi tidak ada slot memori eksternal dan jack audio.
  • Xiaomi 11T. Harga 5 jutaan, Dimensity 1200, kamera bagus, tapi tidak ada slot memori eksternal dan jack audio.
  • Xiaomi 11T Pro. Harga 6 jutaan, Snapdragon 888 (kelas flagship), tapi tidak ada slot memori eksternal dan jack audio.
  • Realme GT Master Edition. Harga 5 jutaan, Snapdragon 778G (sama dengan A52s), ada jack audio, tapi tidak ada slot memori eksternal.
  • Realme GT Neo. Harga 5 jutaan, Dimensity 1200, tapi tidak ada slot memori eksternal.
  • Realme GT Neo 2. Harga 6 jutaan, Snapdragon 870, tapi tidak ada slot memori eksternal dan jack audio.
  • Realme 9 Pro+. Harga 5 jutaan, Dimensity 920 (setara dengan SD 778G), kamera konon setara flagship, ada jack audio, tapi tidak ada slot memori eksternal.
  • Oppo Reno 7 5G. Dimensity 900, ada slot memori eksternal dan jack audio, tapi harga terlalu tinggi (7,5 juta).
  • Vivo V23 5G. Harga 5 jutaan, Dimensity 920 (setara dengan SD 778G), tapi tidak ada slot memori eksternal dan jack audio, dan speaker masih mono.
  • Vivo T1 Pro. Harga 4 jutaan, Snapdragon 778G (sama dengan A52s), tapi memori internal hanya 128 GB tanpa slot memori eksternal, tidak ada jack audio, tidak ada NFC, dan speaker masih mono. (Pantesan murah).

Entah kenapa kebanyakan HP di kelas midrange sudah membuang fitur jack audio dan slot micro-SD, padahal keduanya masih cukup penting. Memang secara fungsi ada penggantinya, tapi di era sekarang masih banyak perangkat yang membutuhkan keduanya.

Bagaimana dengan Redmi Note 11 Pro 5G di harga 4 jutaan? Dari segi spek memenuhi semua kriteria untuk content creator (ada jack audio, slot memori eksternal, speaker double stereo, kamera bolehlah), dan merupakan peningkatan dari Redmi Note 9 Pro, tapi peningkatannya tidak signifikan. Snapdragon 695 hanya lebih cepat sekitar 25% daripada Snapdragon 720G, dan memori internalnya 128 GB (sama dg HP sebelumnya).

Perbandingan dengan HP Merek Samsung Sendiri

Bagaimana dengan jajaran HP dari Samsung sendiri?

  • Secara umum, penerus A52 ini punya fitur yang sama bagusnya, harga mirip, tapi prosesornya kalah kencang (Exynos 1280), dan sudah tidak menyediakan jack audio. Hal ini juga yang menyebabkan A52s harus segera dipinang agar tidak diambil orang. Penerus kok tidak lebih bagus, kan aneh.
  • A52 5G. Harga lebih murah (5 jutaan awal), fiturnya lengkap, tapi prosesornya kalah kencang (Snapdragon 750G).
  • A72 5G. Yang ini fiturnya lengkap juga, tapi kalah di prosesor (750G), dan ukurannya terlalu besar (6,7 inci, 203 gram).
  • A73 5G. Fitur lengkap, prosesor 778G juga, tapi ukuran terlalu besar (6,7 inci) dan harga jauh lebih mahal (7,8 juta).
  • M52 dan M53. Saya tidak pertimbangkan seri M karena ukurannya terlalu besar (6,7 inci), selain secara kelas sedikit di bawah seri A.

Lalu bagaimana dengan HP kelas flagship? Dari segi fitur, HP-HP flagship tentu punya mesin yang lebih kuat dan kamera yang lebih bagus, tapi hampir semua HP flagship sudah menghapus slot memori eksternal dan jack audio, selain tentu saja harganya jauh lebih mahal (10 juta ke atas).

Kelemahan A52s

Lalu dengan semua kelengkapan fiturnya, apakah Samsung A52s tidak ada kelemahan? Tentunya ada, tapi tidak banyak. Yang terutama barangkali hanya satu, yaitu fasilitas pengisian baterenya hanya 15 watt (charger bawaan), atau maksimal 25 watt. Lalu baterenya yang 4500 mAh mungkin kurang besar dibanding yang lainnya, walaupun sebenarnya sudah cukup untuk pemakaian seharian.

Dengan semua kelebihan tsb, tak salah jika dikatakan Samsung A52s 5G adalah HP midrange terbaik pada tahun 2021, dan masih terbaik di tahun 2022. Tapi bagiku, terutama karena HP ini adalah HP yang paling cocok dengan kebutuhanku sebagai content creator (pembuat konten di youtube dan sesekali membuat video pendek di Tiktok atau untuk keperluan lain).

Tapi tentu saja, apa pun alatnya, yang paling penting adalah buktikan dengan karya. Semoga aku semakin produktif.

Bagi yang ingin tahu kanal youtube saya, silakan dibuka di kanal Asep Sopyan dan Asso Channel. Istri saya juga punya kanal youtube Iyan Desi Susanti. Ada pun dua anak saya punya kanal youtube Cahaya Senja YT dan Teguh Jiwa.

Demikian. []

 

This entry was posted in Gadget and tagged , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published.